Tempe Koro Dikembangkan jadi Produk UMKM Aceh

  • 21 Agt 2026 11:25 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Rumah Tempe Nusa mengembangkan kacang koro menjadi tempe alternatif berbasis pangan lokal Aceh. Inovasi tersebut dinilai mampu membuka peluang ekonomi sekaligus memperluas pilihan pangan masyarakat.

Founder dan CEO Rumah Tempe Nusa, Fauzi Arja, S.Pd., M.Pd., Gr, mengatakan inovasi itu berawal dari kegelisahan terhadap melimpahnya sumber pangan lokal. Ia ingin mengolah bahan tersebut menjadi produk bernilai ekonomi dan diminati masyarakat.

Fauzi menyebut kacang koro dipilih karena kedelai masih banyak bergantung pada pasokan impor. Menurutnya, tempe koro menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat pemanfaatan pangan lokal.

Rumah Tempe Nusa berlokasi di Desa Alue Naga, Kota Banda Aceh. Nama Nusa merupakan singkatan dari Nusantara karena usaha tersebut menargetkan pemasaran produk hingga berbagai daerah.

Dalam proses produksinya, kacang koro membutuhkan perlakuan lebih lama dibandingkan kedelai. Proses perendaman dilakukan selama 24 jam, kemudian direbus sekitar satu jam dan kembali direndam selama 24 jam.

Fauzi menjelaskan tempe koro memiliki tekstur yang berbeda dengan tempe kedelai. Rumah Tempe Nusa juga melakukan inovasi dengan mencampurkan kacang koro dan kedelai untuk menyesuaikan rasa dengan selera konsumen.

Untuk menjaga kualitas, Rumah Tempe Nusa menerapkan standar produksi pada setiap tahapan. Pengawasan dilakukan antara lain terhadap kadar air, proses pemasakan, dan fermentasi agar kualitas produk tetap konsisten.

Dari sisi bahan baku, Rumah Tempe Nusa bermitra dengan petani melalui nota kesepahaman. Saat ini, kemitraan budidaya kacang koro telah mencakup sekitar 32 hektare di sejumlah wilayah Aceh.

Selain tempe, Rumah Tempe Nusa telah mengembangkan keripik tempe koro. Ke depan, mereka juga berencana mengolah kacang koro menjadi tepung untuk bahan berbagai produk, seperti kukis dan kue basah.

Fauzi mengatakan pengembangan pangan lokal juga diarahkan untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Rumah Tempe Nusa melibatkan warga Desa Alue Naga, termasuk ibu-ibu, dalam kegiatan produksi dan membuka peluang lapangan kerja.

Ia berharap generasi muda Aceh tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan. Menurutnya, potensi pangan dan sumber daya di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi usaha yang menghasilkan serta menggerakkan ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....