Sensus Ekonomi 2026 Jadi Peluang Strategis Pelaku Usaha Aceh
- 05 Mei 2026 15:26 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh - Program Dialog Banda Aceh Menyapa yang disiarkan RRI Banda Aceh pada Selasa (5/5/2026), mengangkat tema “Sensus Ekonomi 2026: Bagaimana Peluang dan Tantangan bagi Pelaku Usaha?”. Dialog ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Teuku Jailani (Direktur Eksekutif KADIN Aceh), Hendra Saputra, ST., MM (Kabid Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Aceh), serta Agus Andria, SST., M.Si (Kepala BPS Provinsi Aceh).
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) merupakan pendataan menyeluruh terhadap seluruh aktivitas usaha nonpertanian. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi berbasis kondisi riil di lapangan. Ia menjelaskan, sensus ini tidak hanya mencatat jumlah usaha, tetapi juga karakteristik, skala, hingga tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
Secara nasional, SE2026 dirancang untuk memetakan seluruh pelaku usaha termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat menyalurkan program bantuan, pembiayaan, hingga pelatihan secara lebih tepat sasaran
Direktur Eksekutif KADIN Aceh, Teuku Jailani, menilai sensus ini membuka peluang besar bagi dunia usaha. Menurutnya, data yang dihasilkan dapat menjadi referensi penting bagi pelaku usaha untuk melihat potensi pasar, memperkuat jaringan bisnis, serta membuka peluang kemitraan dengan sektor lain. Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan, terutama rendahnya kesadaran sebagian pelaku usaha dalam memberikan data secara akurat.

Sementara itu, Hendra Saputra dari Dinas Koperasi dan UKM Aceh menekankan bahwa SE2026 menjadi momentum untuk mendorong UMKM naik kelas. Ia menyebutkan bahwa banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala klasik seperti akses permodalan, pemasaran, dan literasi digital. Padahal, di era transformasi digital saat ini, kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi kunci daya saing usaha
Dalam diskusi tersebut juga terungkap bahwa salah satu tantangan terbesar adalah menjangkau pelaku usaha mikro yang belum terdata secara formal, seperti usaha rumahan dan pedagang kecil. Padahal, kelompok ini memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi daerah.
Para narasumber sepakat bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada partisipasi aktif pelaku usaha. Kejujuran dan keterbukaan dalam memberikan data akan menentukan kualitas kebijakan yang dihasilkan ke depan.
Dengan demikian, SE2026 tidak hanya menjadi kegiatan statistik semata, tetapi juga langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah dan nasional. Bagi pelaku usaha, sensus ini menjadi peluang untuk lebih terlihat, terpetakan, dan mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....