Daun Iboih jadi Rengkang, kearifan Lokal Desa Aneuk Batee jadi Peluang ekonomi
- 01 Mei 2026 16:27 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Besar- Potensi daun iboih (Corypha utan) yang melimpah di Desa Aneuk Batee, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, kini mulai dimanfaatkan secara produktif. Melalui program Pemberdayaan Masyarakat (PKM) Universitas Abulyatama (Unaya), tanaman yang sebelumnya kurang dilirik ini diolah menjadi produk anyaman fungsional yang dikenal sebagai rengkang.
Program hilirisasi kearifan lokal ini melibatkan Kelompok Tani Ingin Maju dan tim dosen dari Fakultas Pertanian Unaya. Kegiatan pembinaan ini dijadwalkan berlangsung cukup panjang, mulai dari 27 April hingga November 2026 mendatang.
Dekan Fakultas Pertanian Unaya selaku Dosen Pendamping Program, Dr. Rahmah Hayati, S.TP., M.Agr., menjelaskan bahwa daun iboih memiliki karakteristik serat yang kuat namun lentur. Hal ini menjadikannya bahan baku ideal untuk produk kreatif bernilai tinggi.
“Kami tidak hanya fokus pada proses produksi, tetapi juga memberikan penguatan pada manajemen usaha. Tujuannya agar usaha ini bisa berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi ekonomi warga,” ujar Rahmah Hayati, Jumat, 1 Mei 2026.
Dalam pelaksanaannya, Rahmah dibantu oleh tim dosen pelaksana yakni Ir. Mulyadi, M.Si., dan Dr. Muhammad Nasir Ismail, S.P., M.Si. Selain itu, lima mahasiswa Unaya—Zubair, Syafrul, Amru, Nadia, dan Tahul—turut mendampingi petani secara langsung di lapangan, mulai dari kendali mutu hingga strategi pemasaran digital.
Saat ini, kelompok tani telah berhasil memproduksi berbagai item di bawah merek “Anyamanku”. Produk yang dihasilkan cukup beragam, meliputi tudung saji, wadah serbaguna, suvenir, tatakan, hingga kemasan alami yang ramah lingkungan.
Ketua Kelompok Tani Ingin Maju, Yusri Yacub, mengaku sangat terbantu dengan adanya inovasi ini. Menurutnya, pemanfaatan daun iboih menjadi solusi pendapatan tambahan di samping hasil pertanian utama.
“Sekarang kami mulai belajar mengembangkan usaha dari daun iboih yang selama ini belum dimanfaatkan maksimal. Ini sangat membantu ekonomi kami,” ungkap Yusri.
Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat di Desa Aneuk Batee ini diharapkan mampu menjadikan rengkang sebagai simbol kemandirian ekonomi lokal di Aceh Besar. Produk ini diproyeksikan tidak hanya menjadi kerajinan tradisional, tetapi juga produk kreatif modern yang mampu bersaing di pasar luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....