Kisah Sukses Laila Khasfiati, Owner Chasty Craft,
- 19 Apr 2026 13:35 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.OD, Banda Aceh – Dari Desa Baet Lampuot, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, tas dan souvenir bermotif khas Aceh lahir dari tangan-tangan terampil pengrajin lokal. Di baliknya ada Chasty Craft, usaha kerajinan yang dirintis Laila Khasfiati sejak beberapa tahun lalu dengan misi mengangkat budaya Aceh lewat produk fungsional.
Chasty Craft berangkat dari keresahan. Banyak souvenir yang katanya khas Aceh, tapi motif dan ceritanya bukan dari kita,” kata Laila Khasfiati, owner Chasty Craft, saat diwawancara RRI, Senin 2 Maret 2026l
Laila mengatakan Chasty Craft fokus pada tas jinjing, dompet, pouch, hingga gantungan kunci dan bros yang memakai sulaman serta ukiran motif Pinto Aceh, Bungong Jeumpa, dan Pucok Reubong. Bahan utamanya kain kanvas, beludru, dan songket Aceh yang dipadukan dengan kulit sintetis.ujarnya
Ia menambahkan., produksi dikerjakan 8 pengrajin perempuan Desa Baet Lampuot. Sistemnya bagi hasil dan borongan per produk.
“Ibu-ibu di sini sudah jago menyulam dari dulu. Tinggal kita arahkan ke desain yang pasar mau,” ujar Laila.
Rata-rata satu pengrajin bisa menyelesaikan 3–4 tas motif sulam per minggu. Harga jual tas dibanderol Rp150 ribu–Rp450 ribu, sementara souvenir kecil mulai Rp15 ribu., ungkap Laila.
Saat pandemi sempat membuat pesanan sepi. Laila lalu masuk ke marketplace dan Instagram @chastycraft.ay untuk bertahan. Yang dijual bukan cuma produk, tapi cerita di balik motif.
“Orang luar Aceh beli karena mau punya penggalan budaya Aceh. Jadi di tiap tag produk kami selipkan makna motifnya,” jelasnya.
Strategi itu membawa Chasty Craft ke beberapa pameran UMKM tingkat provinsi. Pesanan kini datang dari Banda Aceh, Medan, Jakarta, hingga Malaysia. Omzet bulanan berkisar Rp8 juta–Rp15 juta, tergantung musim. Puncak pesanan terjadi menjelang PON, lebaran, dan akhir tahun.
Bahan baku songket dan benang sulam khusus jadi tantangan utama karena harga fluktuatif. Regenerasi juga jadi PR.
“Anak muda banyak yang anggap menyulam itu kuno. Padahal kalau dikemas modern, nilainya tinggi,” kata Laila.
Ke depan, Laila ingin Chasty Craft punya galeri kecil di Baet Lampuot sekaligus tempat pelatihan. “Biar Desa Baet Lampuot dikenal sebagai sentra tas dan souvenir sulam Aceh. Kuncinya kolaborasi dan konsistensi jaga kualitas,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....