Mutiara Songket Buktikan Warisan Tradisi Bisa Tampil Mewah dan Mendunia
- 17 Apr 2026 18:30 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID. Banda Aceh – Di tengah gempuran fesyen modern, songket Aceh membuktikan diri mampu tampil berkelas tanpa kehilangan akar budayanya. Hal ini ditegaskan Ira Metara, S.Pd, Owner Mutiara Songket, yang konsisten mendorong songket Aceh menjadi simbol kemewahan dan identitas, saat diwawancara RRI, Senin 6 April 2026
“Songket itu bukan sekadar kain adat. Kalau digarap serius, detail dan kualitasnya bisa sejajar dengan karya haute couture dunia,” ujar Ira
Ira menjelaskan, kesan “berkelas” pada songket lahir dari tiga hal: bahan, motif, dan pengerjaan. Mutiara Songket menggunakan benang sutra pilihan dan benang emas asli untuk motif utama seperti pucuk rebung, bungong jeumpa, hingga awan meucanek. Proses tenun dilakukan manual dengan ATBM dan memakan waktu 1-3 bulan per lembar agar rapat, rapi, dan presisi.
Kini, songket tidak hanya untuk acara adat. Di tangan Mutiara Songket, kain ini diolah menjadi evening gown, jas, kebaya modern, hingga clutch eksklusif yang sudah dipakai tokoh publik dan kolektor. “Kuncinya ada di desain. Motif tradisional kita jaga, tapi siluet dan finishing-nya dibuat relevan untuk gala, kondangan, bahkan red carpet,” tambah Ira.
Bagi Ira, songket yang “naik kelas” harus berdampak langsung ke perajin. Mutiara Songket bermitra dengan puluhan ibu-ibu penenun di Aceh. Dengan standar kualitas tinggi, harga jual songket ikut terkerek dan kesejahteraan penenun meningkat.
“Berkelas itu bukan cuma soal tampilan. Tapi juga soal bagaimana kita menghargai proses dan orang-orang di baliknya. Ketika songket dihargai mahal, itu berarti jerih payah penenun kita juga dihargai,” tegasnya
Target Pasar Premium dan Diplomasi Budaya
Saat ini Mutiara Songket fokus menggarap pasar premium dalam dan luar negeri. Ira rutin membawa koleksi ke pameran tekstil nasional serta menjajaki kolaborasi dengan desainer. Ia yakin songket Aceh punya tempat di butik-butik mewah sebagai heritage luxury.
“Harapan saya, lima tahun ke depan orang menyebut songket Aceh sejajar dengan kain-kain warisan dunia lain. Kita punya ceritanya, punya kualitasnya. Tinggal kita bungkus dan ceritakan dengan cara yang berkelas juga,” tutup Ira.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....