Durian Neubok Badeuk Menembus Keterbatasan

  • 22 Feb 2026 13:19 WIB
  •  Banda Aceh

Keterbatasan akses jalan tak menghalangi pergerakan hasil panen durian dari Neubok Badeuk. Meski desa ini hanya memiliki jembatan gantung sebagai penghubung utama, durian hasil kebun warga tidak pernah terlantar. Setiap hari, agen pengumpul silih berganti datang menjemput, umumnya menggunakan kendaraan roda dua.

Secara umum, jalan di Neubok Badeuk relatif lebar dan dapat dilalui kendaraan roda empat. Namun, kontur wilayah yang berbukit menyulitkan proses panen jika harus membawa muatan berat dari kebun menuju jalan utama. Kondisi ini membuat petani dan pemilik kebun harus mengerahkan tenaga ekstra untuk mengangkut durian ke titik yang bisa dijangkau kendaraan.

Tak jarang, agen pengumpul memilih mendatangi langsung pondok-pondok di kebun untuk mengambil hasil panen. Cara ini dinilai lebih efisien, sekaligus meringankan beban petani yang harus menuruni dan menaiki medan terjal.

Setelah durian terkumpul dari kebun maupun dari pinggir jalan, para agen bertemu di lokasi grosir. Di tempat ini, transaksi dilakukan, termasuk proses seleksi dan penyortiran kualitas durian sebelum dipasarkan.

Para agen pengumpul di wilayah tersebut juga telah membentuk persatuan dan menyepakati aturan bersama. Kesepakatan itu mencakup penentuan harga hingga mekanisme jika ada agen dari luar yang masuk ke wilayah kerja mereka. Dari Neubok Badeuk, durian dipasarkan tidak hanya ke wilayah Pidie, tetapi juga dikirim hingga ke Banda Aceh.

Rekomendasi Berita