PIYOH Dorong UMKM Aceh Berbasis Kolaborasi

  • 17 Feb 2026 21:05 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : UMKM PIYOH tidak hanya fokus pada pengembangan produk sendiri, tetapi juga aktif mendorong kemajuan UMKM lain di Aceh. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi desain dan keterlibatan dalam kegiatan sosial.

Owner PIYOH, Agus Adhiyatsyah, mengatakan pihaknya sering membantu pelaku UMKM lokal dalam pembuatan desain logo dan kemasan. Menurutnya, desain menjadi nilai tambah penting dalam persaingan pasar.

“Banyak UMKM punya produk bagus, tapi belum kuat di desain. Di situ kami coba bantu,” kata Agus dalam dialog UMKM di RRI Senin 16 Februari 2026.

PIYOH juga kerap mengangkat tema kampung wisata dan ikon lokal Sabang ke dalam desain kaos. Beberapa di antaranya seperti Tugu Nol Kilometer, gunung api Jaboi, hingga kampung-kampung wisata.

“Setiap tempat punya cerita, itu yang kami jadikan desain,” ujarnya.

Selain desain visual, PIYOH juga menyelipkan pesan sosial dalam produknya. Salah satu desain bahkan digunakan sebagai kampanye untuk mengubah stigma negatif terhadap Aceh.

“Kaos itu media universal, jadi pesan bisa sampai ke mana saja,” jelas Agus.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi, PIYOH mulai kembali memanfaatkan platform digital untuk pemasaran. Kendala regulasi pajak di Sabang sempat menjadi hambatan, namun kini mulai teratasi.

Agus berharap regulasi ke depan semakin berpihak pada UMKM daerah, khususnya di wilayah khusus seperti Sabang. Ia menilai UMKM perlu dukungan nyata agar bisa bersaing secara nasional.

Melihat perkembangan UMKM Aceh saat ini, Agus menyampaikan optimismenya. Menurutnya, kreativitas pelaku usaha lokal terus meningkat seiring kemajuan teknologi.

“Sekarang anak muda Aceh kreatif-kreatif, saya optimis UMKM Aceh akan makin kuat,” tuturnya.

Ke depan, PIYOH berencana menghadirkan produk baru yang tetap relevan dengan kebutuhan pasar. Inovasi akan terus dilakukan tanpa meninggalkan identitas lokal.

PIYOH berharap dapat terus bertahan dan menjadi bagian dari cerita panjang UMKM Aceh. “Yang penting konsumen senang dan kembali lagi,” pungkas Agus.

Rekomendasi Berita