UMKM PIYOH Sabang Tembus Pasar Wisata

  • 17 Feb 2026 18:39 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Perjalanan UMKM PIYOH Sabang menjadi bukti bahwa keterbatasan modal bukan penghalang untuk berkembang. Usaha kaos oleh-oleh ini dirintis dengan modal awal hanya jutaan rupiah dan sistem penjualan pre-order.

Owner PIYOH, Agus Adhiyatsyah, mengungkapkan produksi awal dilakukan berdasarkan pesanan karena keterbatasan dana. Dalam satu bulan pertama, pesanan mencapai sekitar 100 kaos.

“Modal awal kami kecil, jadi sistemnya pre-order dan nunggu hampir sebulan,” kata Agus saat diwawancarai RRI pada Senin 16 Februari 2026.

Ia menyebut dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam merintis usaha. Meski berangkat dari usaha kecil, keluarga memberikan kepercayaan penuh kepada pilihan berwirausaha.

Dalam menjaga kualitas, PIYOH bekerja sama dengan konveksi keluarga di Pulau Jawa. Proses produksi kaos sebagian besar masih menggunakan sablon manual untuk menjaga ketahanan produk.

“Kami tetap pakai sablon manual karena lebih awet, walaupun sekarang juga ada produk full color dengan teknik DTF,” jelasnya.

Agus menambahkan, PIYOH sengaja memproduksi kaos dalam jumlah terbatas untuk menjaga eksklusivitas. Dalam satu desain, jumlah produksi biasanya hanya puluhan potong.

Selain melayani pasar lokal, PIYOH juga menyasar wisatawan asing yang berkunjung ke Sabang. Kerja sama dengan agen travel menjadi salah satu strategi pemasaran yang dilakukan.

“Travel sering bawa tamu ke toko kami, jadi promosi berjalan secara alami,” katanya.

PIYOH sempat membuka cabang di Banda Aceh pada 2010, namun harus ditutup pada 2020 akibat pandemi COVID-19. Saat ini, fokus usaha kembali dipusatkan di Sabang.

Meski demikian, pemasaran digital mulai kembali diaktifkan melalui media sosial dan platform e-commerce. Agus optimistis produk lokal Sabang dapat bersaing di pasar nasional.

“Sekarang UMKM Aceh sudah jauh berkembang, informasinya terbuka dan kreatifnya luar biasa,” ujarnya.

Rekomendasi Berita