Okta Tasty Food Bawa Cita Rasa Aceh Mendunia

  • 11 Nov 2025 16:36 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN - Banda Aceh: Upaya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Aceh dalam mengembangkan inovasi produk terus menunjukkan hasil positif. Salah satunya ditunjukkan oleh pasangan suami-istri Wimelia Oktari Alzani, SE., dan Yulizar, SH., MH., pemilik sekaligus pendiri Okta Tasty Food, yang berhasil membawa makanan khas Aceh menembus pasar nasional hingga internasional.

Dalam siaran UMKM Talks Pro 1 RRI Banda Aceh, Senin (10/11/2025), Wimelia menjelaskan bahwa ide mendirikan Okta Tasty Food berawal dari kecintaannya terhadap kuliner tradisional Aceh serta keinginan memperkenalkan cita rasa daerah kepada masyarakat luas melalui produk siap saji yang praktis dan higienis.

“Kami ingin masyarakat, khususnya perantau Aceh, tetap bisa menikmati cita rasa khas tanah kelahiran mereka tanpa harus khawatir soal ketahanan dan kualitas makanan,” ujar Wimelia.

Produk Okta Tasty Food dikemas dalam bentuk frozen food dengan teknologi vakum dua lapis dan pelapisan aluminium foil. Hal ini dilakukan untuk menjaga rasa autentik sekaligus memperpanjang masa simpan produk tanpa menggunakan bahan pengawet. Beberapa produk unggulan mereka antara lain keumamah tuna, sambal asam udang, rendang Aceh, hingga si reuboh, makanan khas yang mulai jarang ditemui di pasaran.

Yulizar, yang turut mendampingi dalam aspek hukum dan manajemen bisnis, menambahkan bahwa Okta Tasty Food kini telah dipasarkan tidak hanya di Banda Aceh dan sejumlah kota besar di Indonesia, tetapi juga sampai ke Malaysia dan Arab Saudi.

“Kami menerima banyak permintaan dari jemaah umrah dan haji yang ingin membawa makanan halal khas Aceh ke Tanah Suci. Itu menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas produksi dan memperluas jangkauan pasar,” terang Yulizar.

Selain menjaga mutu produk, pasangan ini juga berkomitmen memberdayakan ekonomi lokal dengan melibatkan pemasok bahan baku dari daerah sekitar. Langkah ini membantu menekan biaya produksi sekaligus mendukung petani dan nelayan lokal.

Wimelia menambahkan bahwa salah satu tantangan utama dalam menjalankan usaha berbasis frozen food adalah ketergantungan terhadap pasokan listrik. Untuk mengatasinya, mereka mengatur jadwal produksi dengan ketat dan menyiapkan genset cadangan guna memastikan produk tetap terjaga dalam kondisi beku.

Melalui kombinasi antara inovasi teknologi, pengemasan modern, dan semangat melestarikan kuliner tradisional, Okta Tasty Food kini menjadi contoh sukses UMKM Aceh yang mampu beradaptasi dengan tren pasar dan berdaya saing global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....