Ecoprint Sabang Usaha Rumahan Ramah Lingkungan

  • 06 Nov 2025 15:46 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh : Ecoprint Sabang sebuah usaha yang telah berkembang menjadi usaha rumahan (UMKM) yang populer dan bahkan menjadi salah satu oleh-oleh khas daerah tersebut. Inisiatif ini dimulai sejak tahun 2021 dan banyak digeluti oleh ibu-ibu rumah tangga dan pelaku usaha Wanita, usaha yang dirintis saat wabah pandemi covid 19 melanda di Indonesia, dan pada tahun 2023 membentuk komunitas ecoprint yang mewadahi sekitar 20 orang pengrajin ecoprint, dan masing masing pengrajin sudah memiliki brand sendiri, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sabang Erna Vivilinda, Rabu (5/11/2025)

Erna menambahkan, Ecoprint Sabang memiliki beberapa kelebihan, antara lain ramah lingkungan karena menggunakan bahan-bahan alami, menghadirkan nilai estetika tinggi dengan motif-motif unik, dan mendukung perekonomian lokal dan memberdayakan masyarakat, Keberhasilan Ecoprint Sabang tidak lepas dari dukungan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh yang memberikan bantuan peralatan produksi modern. Melalui dukungan itu, para pengrajin kini memiliki kukusan besar berkapasitas 25 kain, kompor industri, dan peralatan pewarnaan yang mempercepat proses produksi.

Kata Erna, Proses pembuatan Ecoprint Sabang sendiri melibatkan beberapa tahap, mulai dari pengumpulan bahan-bahan alami, pencucian, hingga proses pencetakan pada kain. Setiap produk Ecoprint Sabang memiliki keunikan tersendiri, sehingga membuatnya menjadi produk yang eksklusif dan bernilai tinggi.

“Pembuatan satu kain bisa memakan waktu hingga empat hari. Tapi hasilnya selalu unik, tak ada dua motif yang sama,” jelasnya.

Produk Ecoprint Sabang dijual dengan harga mulai Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per item, tergolong terjangkau untuk karya handmade berbahan alami. Produk-produk tersebut kini bisa ditemukan di beberapa lokasi wisata seperti Mata Ie Resort, Taman Wisata Putro Ijo, serta dipasarkan melalui platform daring dan media sosial. Meski telah berkembang pesat, para pengrajin Ecoprint Sabang masih menghadapi tantangan dalam hal permodalan dan perluasan pasar. Namun, semangat para perempuan pengrajin ini tidak surut.

“Harapan kami, Ecoprint bisa menjadi ikon baru oleh-oleh Sabang produk lokal yang ramah lingkungan dan berkelas internasional,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....