UMKM Aceh Terus Tumbuh, Tapi Hadapi Banyak Tantangan
- 24 Okt 2025 15:22 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh kini menunjukkan tren yang semakin positif dari tahun ke tahun. Meski begitu, masih banyak tantangan yang harus dihadapi agar sektor ini dapat tumbuh lebih kokoh dan berdaya saing di tingkat nasional. UMKM menjadi tulang punggung perekonomian daerah, karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat di berbagai lapisan sosial.
“Pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan menengah, khususnya di Aceh, setelah saya lihat hasil pantauan saya, ini sudah sangat berkembang di Aceh. Cuman saja dari segi lain kita pasti memiliki tantangan,” ujar T. Zulkarnaini, (Ampon bang), selaku Anggota DPR RI Komisi VII Dapil Aceh 1, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif di Pro 1 RRI Banda Aceh, Rabu (22/10/2025).
Ia menjelaskan, kemajuan UMKM di Aceh tidak lepas dari peran aktif masyarakat dan pemerintah daerah yang terus mendorong inovasi serta kreativitas dalam pengelolaan usaha. Namun, tantangan seperti keterbatasan modal, akses pasar, serta kemampuan digitalisasi masih menjadi hambatan bagi banyak pelaku usaha kecil. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, swasta, dan lembaga keuangan sangat dibutuhkan agar UMKM Aceh bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
“Apalagi setiap daerah mempunyai program-program tersendiri, terutama di kabupaten dan provinsi yang ada di seluruh Aceh,” jelas ampon.
Ampon Bang menambahkan, setiap daerah di Aceh sejatinya memiliki potensi unggulan yang bisa dikembangkan menjadi produk khas daerah. Misalnya, sektor kerajinan tangan, kuliner tradisional, hasil pertanian, serta pariwisata berbasis budaya dan alam. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu terus memperkuat dukungan terhadap para pelaku UMKM melalui pelatihan, pendampingan, serta kemudahan akses pembiayaan agar potensi tersebut bisa memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
Lebih lanjut, politisi asal Aceh itu juga menyoroti pentingnya penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari ekosistem UMKM yang berkelanjutan. Ia menyebut bahwa jumlah masyarakat Indonesia yang terlibat dalam sektor ini sudah mencapai angka yang sangat besar. “Perlu diketahui, pelaku usaha ekonomi kreatif ini sebanyak 70 juta masyarakat yang terlibat dalam UMKM ini. Jadi pelaku menengah ke atas sudah tahu dan sudah bisa mengatasi tantangannya, jadi yang perlu kita bantu saat ini adalah pelaku usaha kecil,” tambah dia.
Menurut Ampon Bang, kelompok usaha kecil ini merupakan fondasi dasar yang menopang kekuatan ekonomi daerah. Mereka harus mendapatkan perhatian lebih, terutama dalam hal penguatan kapasitas manajemen, akses pasar digital, dan kemudahan perizinan usaha. Selain itu, kolaborasi antara pelaku UMKM muda dengan pelaku usaha senior perlu diperkuat agar terjadi transfer pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan produk yang berdaya saing tinggi.
Di akhir sesi, Ampon Bang berharap agar semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, dapat berperan aktif dalam memperkuat ekosistem UMKM. Ia menegaskan bahwa sektor ini bukan hanya sekadar penopang ekonomi, tetapi juga sarana untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Aceh ke depan. Dengan kerja sama yang solid dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil, UMKM di Aceh diyakini akan terus tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....