Pelaku Ekraf Diminta Tingkatkan Branding dan Packaging Produk
- 01 Okt 2025 19:43 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Banda Aceh dituntut mampu meningkatkan daya saing produk melalui strategi branding, packaging, dan pemasaran digital. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Iin Muhaira, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Jumat (19/9/2025).
Menurut Iin, para pelaku ekraf perlu memahami pentingnya kemasan produk agar lebih mudah dilirik konsumen. “Packaging itu harus diperhatikan. Produk harus punya daya tarik khas agar berbeda dengan lainnya. Itulah yang kita latih agar pelaku usaha semakin paham bagaimana membuat produknya diminati,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak 2024 Dinas Pariwisata telah melaksanakan berbagai program pelatihan, salah satunya Ecraft Go Digital. Program ini mengajarkan pelaku ekraf untuk memanfaatkan media sosial dalam memasarkan produk. “Kita ajarkan bagaimana menulis caption menarik, menampilkan produk dengan cara kreatif, hingga public speaking agar konsumen merasa tertarik. Jualan itu bukan sekadar bilang ‘ayo beli’, tetapi memberi alasan kenapa produk tersebut layak dipilih,” jelasnya.
Lebih jauh, Iin menyebut pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator sekaligus pendukung pendanaan dan promosi. Saat pandemi Covid-19, pelaku usaha pariwisata di Banda Aceh sempat terpukul, namun mendapat bantuan hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). “Bantuan diberikan bagi hotel, restoran, rumah makan, dengan mempertimbangkan ketaatan dalam membayar pajak. Selain itu, pemerintah juga memberikan pendampingan agar usaha tetap berjalan,” katanya.
Selain bantuan dana, Dispar Kota Banda Aceh juga mendorong penguatan kapasitas di tingkat gampong melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Pelatihan tersebut meliputi pengelolaan usaha pariwisata hingga strategi pengembangan produk ekraf berbasis lokal.
“Harapannya, dengan pelatihan, pendampingan, dan promosi digital, pelaku ekonomi kreatif di Banda Aceh bisa naik kelas, sehingga produk lokal mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” pungkas Iin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....