UMKM Capli Andalkan Teknologi dan Kemitraan Petani
- 26 Sep 2025 14:21 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Direktur Utama PT Rayeuk Aceh Utama, Yuliana, S.Kom, menyebut teknologi digital dan kemitraan dengan petani menjadi kunci ketangguhan UMKM dalam menghadapi tantangan bisnis saat ini. Lewat produk sambal Capli, pihaknya memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok bukan sekadar untuk promosi, tetapi juga untuk mengedukasi konsumen bahwa produk lokal bisa menjadi solusi.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa Capli bukan sekadar sambal, tapi juga solusi saat harga cabai naik. Dengan membeli Capli, konsumen ikut memberdayakan petani lokal,” ungkap Yuliana dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin (22/9/2025).
Yuliana menjelaskan bahwa Capli telah menjalin kontrak harga dengan petani sebesar Rp25.000 per kilogram. Dengan begitu, petani tetap mendapatkan harga yang stabil meski harga cabai di pasar berfluktuasi. Dukungan Bank Indonesia juga turut membantu dalam penyediaan bibit dan alat pertanian, sehingga memperkuat pasokan bahan baku.
Selain bahan baku, tantangan lain yang dihadapi UMKM Capli adalah biaya kemasan dan distribusi yang tinggi. Meski demikian, Yuliana menyebut semangat kolaborasi dan inovasi menjadi kunci agar UMKM bisa terus berkembang.
“Bisnis itu seperti menyusun puzzle, selalu ada tantangan. Tapi justru di situlah kita belajar menciptakan solusi,” pungkas Yuliana dalam dialog Mozaik Indonesia UMKM.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....