Potensi Daun Kelor Aceh Tarik Pasar Internasional
- 08 Sep 2025 17:02 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Daun kelor, yang selama ini sering dianggap sebagai tumbuhan biasa, ternyata menyimpan segudang manfaat yang luar biasa. Hal ini disampaikan oleh Irfan Idris, selaku Owner Rumah Sehat Al-Fatah, dalam sebuah dialog interaktif di Pro 1 RRI Banda Aceh pada Senin (8/9/2025). Ia menegaskan bahwa kelor bukan sekadar tanaman tradisional, melainkan tanaman multiguna yang dapat memberikan kontribusi besar pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari peningkatan ekonomi keluarga, pemeliharaan kesehatan, hingga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Menurut Irfan, masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa daun kelor memiliki tiga manfaat utama yang sangat strategis. “Sebagian orang berpikir daun kelor ini hanya tumbuhan biasa saja, namun itu tidak bagi saya. Walaupun banyak manfaatnya, sebenarnya ada tiga yang paling utama kepentingannya. Pertama bisa membantu ekonomi keluarga di bidang pendapatan, kedua bermanfaat di bidang kesehatan, dan ketiga sangat bermanfaat dalam menjaga kepedulian lingkungan,” ujarnya. Dengan pemanfaatan yang tepat, kelor dapat menjadi komoditas bernilai tinggi yang membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Meski demikian, Irfan mengakui bahwa saat ini masih ada kendala besar dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku, terutama karena di Aceh belum ada petani khusus yang menanam pohon kelor secara serius. Padahal, di luar Aceh sejumlah daerah telah mengembangkan perkebunan kelor sebagai bahan baku industri. “Walaupun keterbatasan bahan baku masih ada karena di Aceh memang belum ada petani daun kelor, tapi kalau di luar Aceh sudah ada. Jadi sekarang ini kita terus mengajak mitra untuk memprogramkan penanaman pohon kelor ini,” jelasnya. Menurutnya, langkah ini penting agar Aceh dapat menjadi salah satu daerah penghasil kelor yang mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun internasional.
Lebih lanjut, Irfan mengungkapkan bahwa permintaan terhadap produk olahan kelor, terutama dalam bentuk tepung, terus meningkat pesat dari waktu ke waktu. Permintaan tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. “Karena perlu diketahui, kebutuhan daun kelor ini sangat banyak peminatnya, terutama tepungnya. Bahkan stok kebutuhan permintaan konsumen setiap bulannya sampai puluhan ton, dan permintaan yang paling banyak datang dari konsumen di Malaysia,” tambahnya.
Dengan peluang pasar yang terbuka luas dan permintaan konsumen yang begitu tinggi, pengembangan budidaya kelor di Aceh dinilai dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan. Irfan berharap agar pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat bisa bekerja sama dalam mengembangkan tanaman kelor ini menjadi komoditas unggulan Aceh di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....