Kentang Mustafa: Inovasi Camilan Lokal dari Aceh

  • 03 Sep 2025 22:41 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Inovasi produk pangan lokal kembali hadir dari tangan pengusaha perempuan Aceh. Fitriana, pemilik usaha camilan Kentang Mustafa, membagikan kisahnya dalam merintis usaha sejak tahun 2018 hingga kini mampu menembus pasar dengan produk yang digemari masyarakat.

“Awalnya hanya dibuat untuk konsumsi sendiri, biasanya untuk acara kawinan atau sunatan. Waktu itu belum banyak yang dikemas. Dari situ saya terpikir bagaimana kalau kita buat jadi camilan yang bisa dimakan anak-anak juga, sekaligus untuk berbagai acara,” ungkap Fitriana dalam dialog UMKM Talks RRI Banda Aceh, Senin (1/9/2025).

Dalam perjalanannya, Fitriana tidak luput dari proses panjang, mulai dari produksi sederhana hingga mendapat bimbingan dari Dinas Kesehatan dan UMKM. “Tahapan produksinya dulu kecil-kecilan. Setelah ikut pelatihan, kami belajar tentang kemasan, sertifikasi halal, hingga pengolahan yang lebih higienis. Semua itu kami jalani agar produk lebih siap bersaing,” jelasnya.

Proses produksi Kentang Mustafa memakan waktu cukup panjang, mulai dari pengupasan, pemarutan, penggorengan, hingga pencampuran bumbu. “Kalau pengupasan 10 kilo kentang bisa 25 menit, lalu parut sekitar 7 menit. Yang paling lama itu menggoreng, bisa sampai satu setengah jam. Setelah itu bumbu dicampur sekitar 45 menit. Dalam sehari bisa sampai 30 kilo,” tutur Fitriana.

Ia menyebutkan, keunikan Kentang Mustafa terletak pada kualitas bahan yang tetap dijaga alami tanpa tambahan pewarna. “Kita tidak pernah pakai pewarna, tetap garing, tahan lama, dan rasanya tidak menimbulkan bau. Itu karena bahan-bahannya alami dan selalu dijaga kualitasnya,” sebutnya.

Dengan komitmen ini, Fitriana optimis Kentang Mustafa akan terus berkembang sebagai produk UMKM andalan Aceh dan diminati banyak kalangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....