Aceh Berpeluang Jadi Percontohan Keuangan Digital Syariah

  • 27 Agt 2026 21:35 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh: Aceh dinilai memiliki peluang besar menjadi percontohan nasional dalam pengembangan ekosistem keuangan digital berbasis syariah.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Hendra Syaputra, M.M., mengatakan Aceh memiliki keunggulan karena penerapan prinsip syariat Islam dan regulasi yang mengatur lembaga keuangan syariah.

Menurut Hendra, perpaduan antara regulasi daerah, teknologi digital, dan karakteristik masyarakat Aceh dapat menjadi modal penting untuk membangun ekosistem keuangan syariah yang lebih kuat.

Ia menyebut Aceh juga berpotensi menjadi laboratorium inovasi keuangan syariah, termasuk dalam pengembangan teknologi finansial atau fintech yang sesuai dengan prinsip syariah.

Selain layanan perbankan dan pembiayaan, pengembangan digitalisasi juga dapat diarahkan untuk mengintegrasikan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf sehingga lebih transparan dan mudah diakses masyarakat.

Hendra menambahkan, teknologi seperti blockchain berpotensi mendukung transparansi transaksi karena memungkinkan aliran dana dan aset ditelusuri. Namun, penggunaan teknologi tidak otomatis menjadikan sebuah transaksi sesuai syariah.

“Keabsahan akad, objek transaksi, dan penggunaan dana tetap harus diperiksa agar tidak bertentangan dengan prinsip syariah,” ujarnya dalam Dialog Beranda Asta Cita RRI Banda Aceh Jumat 21 Agustus 2026.

Untuk mewujudkan ekosistem tersebut, Hendra menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, akademisi, industri keuangan, masyarakat, dan media. Perguruan tinggi, misalnya, dapat berperan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi keuangan digital.

Hendra berharap Aceh tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan syariah, tetapi mampu menjadi contoh nasional dalam membangun ekosistem keuangan digital yang modern, aman, transparan, adil, dan sesuai prinsip syariah.

Ia mengajak masyarakat menggunakan teknologi sebagai jembatan kemajuan dan kemaslahatan, bukan sebagai celah yang dapat menimbulkan kerugian dalam aktivitas ekonomi dan keuangan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....