Rupiah Diperkirakan Melemah, Tertekan Sentimen Global
- 16 Apr 2026 11:20 WIB
- Banda Aceh
Poin Utama
- Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS
- Posisi nilai tukar tersebut menjadi level terendah rupiah sepanjang masa.
- Dana Moneter Internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sebesar 5 persen, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 5,1 persen.
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS pada perdagangan setelah ditutup turun 0,12 persen ke level Rp17.130 per dolar AS pada Rabu 15 April 2026. Posisi tersebut menjadi level terendah rupiah sepanjang masa.
Analis pasar uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan tren negatif rupiah diprediksi berlanjut meski sentimen global mulai membaik. “Rupiah diperkirakan masih akan tertekan dan berpotensi melemah terhadap dolar AS,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.
Ia menambahkan, lemahnya sentimen domestik dan dinamika geopolitik di Timur Tengah membuat investor cenderung menghindari aset berisiko seperti rupiah.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS. Sementara itu, analis pasar uang lainnya, Ibrahim Assuaibi menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi turut mempengaruhi sentimen pasar. Dana Moneter Internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sebesar 5 persen, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 5,1 persen.
Selain itu, Bank Dunia juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen pada 2026. Adapun Asian Development Bank memperkirakan ekonomi Indonesia tetap tumbuh stabil di kisaran 5,2 persen. Ibrahim menyebut perlambatan dipicu tekanan eksternal, terutama kenaikan harga minyak akibat gangguan di Selat Hormuz serta meningkatnya kehati-hatian investor global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....