Perkembangan Perekonomian Aceh Triwulan III 2025
- 29 Des 2025 11:40 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : Pada triwulan III 2025, perekonomian Aceh tumbuh sebesar 4,46% (yoy) melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,82% (yoy), serta lebih rendah dibandingkan pertumbuhan wilayah Sumatera sebesar 4,90% (yoy) dan Nasional sebesar 5,04% (yoy), hal tersebut diungkapkan, Agus Chusaini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia provinsi Aceh saat di wawancara RRI, Senin (22/12/2025)
Agus mengatakan, Kendati melambat, pertumbuhan tersebut dari sisi Lapangan Usaha (LU) ditopang oleh pertumbuhan pada :
a. LU Pertanian yang tumbuh sebesar 6,36% (yoy) melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 6,93% (yoy) (Andil: 1,61%, Share PDRB: 32,03%). Pertumbuhan pada LU Pertanian dapat dikaitkan dengan adanya panen kedua pada bulan Agustus 2025, serta peningkatan produktivitas lahan pasca optimalisasi lahan dan pompanisasi sawah tadah hujan.
b. LU Perdagangan Besar dan Eceran tercatat tumbuh sebesar 6,28% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 6,13% (yoy) (Andil: 0,97%, Share PDRB: 14,97%). Pertumbuhan pada LU Perdagangan dapat dikaitkan dengan masih kuatnya konsumsi RT yang tumbuh sebesar 4,85% (yoy) yang mendorong permintaan akan barang konsumsi seiring dengan dimulainya tahun ajar sekolah baru.
c. LU Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh sebesar 5,09% (yoy), melambatdibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 13,37% (yoy) (Andil: 0,39%, Share PDRB: 7,04%). Perlambatan pada LU Transportasi dapat dikaitkan dengan turunnya jumlah wisatawan mancanegara ke Aceh, pasca selesainya libur musim panas di Eropa dan mulainya tahun ajar baru sekolah di Indonesia dan Malaysia, ujarnya
Sementara itu, kata Agus dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Aceh masih ditopang oleh:
a. Konsumsi Rumah Tangga yang yang tumbuh sebesar 4,85% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,97% (yoy) (Andil: 2,62%, Share PDRB: 54,15%). Perlambatan konsumsi RT dapat dikaitkan dengan ketiadaan hari libur panjang (HBKN) dan panen kedua di bulan agustus yang lebih terbatas dan tidak setinggi panen raya di bulan April (Tw II). Kendati demikian, tingkat konsumsi masih cukup baik, didorong oleh permintaan barang konsumsi pasca dimulainya tahun ajar sekolah baru.
b. Kinerja Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 3,50% (yoy), jauh di bawah triwulan sebelumnya sebesar 17,62% (yoy) (Andil: 1,96%, Share PDRB: 66,05%). Perlambatan kinerja ekspor dapat dikaitkan dengan turunnya permintaan ekspor batubara oleh India, pasca terjadinya oversupply pada semester I yang diakibatkan oleh tidak tercapainya target konsumsi energi India pada periode tersebut, serta oleh kebijkan frontloading untuk menghindari gejolak harga di tengah perang dagang. Dampak Bencana Hidrometereologi Perekonomian Aceh Triwulan III 2025 (Slide 3-4), tutur Agus
Sementara itu, kata Agus, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Aceh masih ditopang oleh:
a. Konsumsi Rumah Tangga yang yang tumbuh sebesar 4,85% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,97% (yoy) (Andil: 2,62%, Share PDRB: 54,15%). Perlambatan konsumsi RT dapat dikaitkan dengan ketiadaan hari libur panjang (HBKN) dan panen kedua di bulan agustus yang lebih terbatas dan tidak setinggi panen raya di bulan April (Tw II). Kendati demikian, tingkat konsumsi masih cukup baik, didorong oleh permintaan barang konsumsi pasca dimulainya tahun ajar sekolah baru.
b. Kinerja Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 3,50% (yoy), jauh di bawah triwulan sebelumnya sebesar 17,62% (yoy) (Andil: 1,96%, Share PDRB: 66,05%). Perlambatan kinerja ekspor dapat dikaitkan dengan turunnya permintaan ekspor batubara oleh India, pasca terjadinya oversupply pada semester I yang diakibatkan oleh tidak tercapainya target konsumsi energi India pada periode tersebut, serta oleh kebijkan frontloading untuk menghindari gejolak harga di tengah perang dagang, tutup Agus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....