Bank Indonesia Dorong Pertumbuhan Ekonomi Aceh Pascabencana

  • 22 Des 2025 12:40 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Agus Chusaini mengungkapkan bencana banjir dan longsor berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi, khususnya pada Triwulan IV tahun 2025. Sektor pertanian sebagai penyumbang terbesar bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) turut terdampak, dengan kerusakan lahan sawah 90.601 hektare.

Bencana juga berdampak terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang tidak hanya merusak tempat usaha di 18 Kabupaten/Kota, tapi juga kekurangan bahan baku, jaringan kelistrikan, Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga gangguan transportasi akibat akses jalan dan jembatan terputus. Agus berharap penanganan pascabencana dapat berlangsung cepat, dengan melibatkan peran aktif dari semua pihak sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh, termasuk sektor UMKM.

“Banyak hal dari komponen PDRB kita yang terganggu karena dampak bencana, namun harus tetap optimis bahwa dapat diatasi bersama. Harapannya penanganan bisa cepat dan masyarakat kembali dapat beraktivitas, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelas Agus saat menjadi narasumber dalam dialog bertema Mengendalikan Inflasi dan Pemulihan Ekonomi Aceh, di Studio Programa 1 RRI Banda Aceh, pada Senin (22/12/2025).

Sebelumnya Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdatin BNPB) Abdul Muhari memastikan pemerintah berupaya memperbaiki secara bertahap jalan dan jembatan rusak atau terputus, untuk memudahkan akses distribusi barang yang sebelumnya terhambat pascabencana.

Adapun berdasar data penanggulangan bencana alam hidrometeorologi di Posko Terpadu Pemerintah Aceh, banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November berdampak terhadap 1.098 jalan dan 492 jembatan.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....