BTN Syariah Tambah Dua Kantor Cabang di Aceh

  • 20 Sep 2025 20:58 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah terus memperluas layanan perbankannya di Aceh. Setelah memiliki dua kantor cabang di Banda Aceh dan Lhokseumawe, BTN Syariah berencana membuka dua jaringan baru di Meulaboh dan Langsa pada tahun ini.

Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, mengatakan penambahan jaringan tersebut untuk memperkuat layanan perbankan syariah serta memudahkan masyarakat mengakses produk BTN.

“Insya Allah nanti akan kita tambah lagi dua, yaitu di Langsa dan Meulaboh. Jadi di Aceh kita sudah punya empat titik, Banda Aceh di utara, Lhokseumawe di timur laut, Langsa di timur selatan, dan Meulaboh di sisi barat,” ujar Hirwandi kepada wartawan usai memberikan Kuliah Umum di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Sabtu (20/9/2025).

Selain memperluas jaringan fisik, BTN Syariah juga menargetkan peningkatan jumlah outlet digital store di Aceh untuk menjangkau lebih banyak nasabah. “Kami akan perbanyak outlet digital store juga,” tambahnya.

BTN Syariah sendiri, kata Hirwandi, berfokus pada layanan pembiayaan perumahan, baik subsidi maupun non-subsidi. Tidak hanya di sisi pembiayaan bagi konsumen, BTN Syariah juga mendukung sektor supply melalui pembiayaan developer.

“Selain KPR, kami juga kembangkan produk di luar mortgage, seperti pembiayaan cicil emas, tabungan emas, tabungan zakat, infak, wakaf, tabungan haji dan umrah, hingga tabungan qurban,” jelas Hirwandi.

Terkait dana yang digelontorkan 200 Triliun oleh Kementerian Keuangan untuk Perbankan Nasional, Hirwandi menyebut BTN kebagian 25 Triliun. Dari total tersebut, penyaluran itu juga menyasar Aceh, baik untuk sektor perumahan, pembiayaan usaha kecil menengah (UKM), hingga modal kerja dan investasi.

“Kami ingin pembiayaan ini tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan rumah masyarakat, tetapi juga menopang geliat ekonomi di Aceh melalui sektor usaha produktif,” ujarnya.

Langkah ekspansi ini diharapkan mampu memperkuat peran BTN Syariah sebagai bank yang berfokus pada layanan syariah dan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat Aceh secara berkelanjutan.

Hirwandi melanjutkan langkah ekspansi tersebut juga selaras dengan rencana transformasi BTN Syariah menjadi Bank Syariah Nasional (BSN). Adapun, hingga kini proses spin-off BTN Syariah ditargetkan akan rampung pada akhir 2025. Usai spin-off, BTN Syariah akan bergabung dengan BSN dan berganti nama menjadi Bank Syariah Nasional.

Usai menjadi bank umum syariah, tambah Hirwandi, BSN juga akan berinovasi di tengah era disrupsi digital dengan meluncurkan mobile banking bale syariah. Layanan ini diharapkan akan mempermudah masyarakat Indonesia untuk melakukan beragam transaksi keuangan dengan prinsip syariah yang berkah dan amanah.

Selain bale syariah, BTN juga akan mengembangkan bisnisnya ke lini pembiayaan emas, tabungan emas, tabungan wakaf, tabungan infaq, tabungan haji dan umroh, tabungan qurban, serta pembiayaan multi manfaat dan multi jasa.

"BTN Syariah pada akhir tahun ini akan bertransformasi menjadi bank umum syariah bernama BSN, sehingga akan bisa berkembang jauh lebih cepat. Selain tetap menjalankan core business di bidang pembiayaan perumahan, kami juga akan mengembangkan beragam produk dan layanan perbankan syariah termasuk membiayai sektor-sektor yang bisnisnya sedang tumbuh," jelas Hirwandi.

Dalam kesempatan yang sama, juga diluncurkan aplikasi MyUSK. Di mana, BTN Syariah telah bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala sebagai salah satu channel pembayaran untuk setiap transaksi di aplikasi tersebut. Selain mendukung USK melalui layanan perbankan syariah yang mumpuni, Hirwandi juga memberikan kuliah umum bagi para mahasiswa kampus terbesar di Aceh tersebut agar adaptif di tengah disrupsi digital.

Untuk diketahui, hingga Juni 2025, BTN Syariah mencatatkan aset senilai Rp65,56 triliun atau naik 18% secara tahunan (year-on-year/yoy). Per Juni 2025, BTN Syariah juga telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp48,46 triliun atau naik 17% yoy dan menghimpun dana pihak ketiga senilai Rp55,23 triliun atau tumbuh 19,8%. Dengan kinerja tersebut, UUS BTN ini meraih laba bersih sebanyak Rp401 miliar atau tumbuh 8,3% yoy pada Juni 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....