Aceh Bisa Bangkit Lewat Ekonomi Syariah

  • 24 Apr 2025 17:26 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Ekonomi syariah dinilai mampu menjadi solusi konkret dalam mengentaskan kemiskinan di Aceh, yang hingga kini masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan daerah. Hal ini disampaikan oleh Dr. Khairul Amri, S.E., M.Si., Sekretaris Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dalam Siaran Mozaik Indonesia RRI Banda Aceh yang bertajuk Program Pegentasan Kemiskinan Berbasis ekonomi Syariah, pada Rabu (23/4/2025).

Menurutnya, pendekatan ekonomi syariah bukan sekadar alternatif, tetapi sebuah sistem yang relevan dan aplikatif untuk menjawab problematika ekonomi umat. “Ekonomi syariah menawarkan solusi yang bersifat inklusif, adil, dan berkelanjutan. Nilai-nilai keadilan distributif, penguatan sektor riil, dan pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi utama,” ujar Dr. Khairul.

Ia menambahkan, pengentasan kemiskinan berbasis ekonomi syariah di Aceh bisa difokuskan melalui tiga pilar utama: optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF); penguatan sektor UMKM berbasis syariah; serta pengembangan lembaga keuangan mikro syariah di tingkat gampong.

“ZISWAF yang dikelola secara profesional bisa menjadi instrumen sosial ekonomi yang sangat kuat untuk membantu masyarakat miskin. Di sisi lain, UMKM yang berlandaskan prinsip syariah harus mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan yang memadai,” lanjutnya.

Dr. Khairul Amri, S.E., M.Si., Sekretaris Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dalam Siaran Mozaik Indonesia RRI Banda Aceh yang bertajuk Program Pegentasan Kemiskinan Berbasis ekonomi Syariah, pada Rabu (23/4). Foto : RRI/Lis

Dr. Khairul juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat sipil dalam menjalankan program ini secara terintegrasi. Ia menekankan bahwa Aceh, sebagai satu-satunya daerah dengan kekhususan penerapan syariat Islam, memiliki modal sosial dan regulatif yang kuat untuk mengimplementasikan model ekonomi syariah secara lebih masif.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah political will yang konsisten dan sistem monitoring yang efektif agar program pengentasan kemiskinan ini berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” tutupnya.

Dengan implementasi yang terstruktur dan berbasis nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, ekonomi syariah diyakini bukan hanya sebagai jalan keluar dari jerat kemiskinan, tetapi juga sebagai pilar utama menuju kemandirian ekonomi Aceh yang berkeadilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....