Literasi Keuangan Cegah Masyarakat Terjebak Kemiskinan
- 17 Apr 2025 21:42 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Kemandirian ekonomi sudah tidak lagi bergantung kepada pihak pihak lain dalam hal ini pemerintah dan lembaga lembaga sosial lainnya, namun yang harus dipahami kemandirian ekonomi itu bukanlah hanya dari sisi pemasukan yang kurang terapi kurangnya literasi Keuangan itu sendiri.
Hal ini disampaikan Ana Fitria, S.E., M.Sc., RSA Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, saat mengisi Acara Mozaik Indonesia, Rabu (16/4/2025)
| Baca juga: Masyarakat Diminta Waspadai Investasi Bodong |
Menurutnya pemahamanan pengelolaan uang adalah hal penting bagi siapapun bukan hanya bagi masyarakat miskin, namun masyarakat miskin harus lebih di dorong lagi untuk memahami literasi keuangan agar tidak stake di kemiskinan.
Ana menjelaskan Akses permodalan menjadi tantangan dalam membangun ekonomi masyarakat miskin, karena masyarakat miskin untuk pembiayaan ke Bank umum tidak bisa langsung diajukan tapi masih ada lembaga keuangan syariah, seperti LKMS Mahirah untuk UMKM yang scalanya kecil dibandingkan yang sudah maju, yang penting dari masyarakat miskin ini bagaimana ketika mereka memperoleh uang, baik dari pemerintah, atau bantuan lainnya ini di kelola dengan baik, karena literasi keuangan itu sudah punya program anggarannya mau di bawa kemana dan apa yang paling día butuhkan saat itu karena kebutuhan orang itu Berbeda, tapi día harus paham apa kebutuhan pokoknya, kemana mau di bawa dan kalau bisa ada sisanya, jadi saat dsrurat sudah memiliki tabungan.
"Kalau kita berbicara terkait ekonomi islam di Aceh sendiri sudah ada baitul mal yang menyentuh lapisan bawah, yang memberikan bantuan dalam bentuk produktif, artinya tidak hanya memberikan uang tapi tidak di kelola untuk hal hal yang tidak menghasilkan," jelasnya
"jadi digunakan untuk hal yang menghasilkan, makanya dalam membangun ekonomi masyarakat miskin itu sangat di butuhkan pemahamanan literasi keuangan dan bantuan yang diterima dapat berkembang, kalau kita bicara masyarakat miskin itu menjadi tanggungjawab bersama jangan menutup mata itu menjadi urusan pemerintah," sambungnya.
Kata Ana pemerintah memang mempunyai peran penting dalam mensejahterakan rakyatnya tapi juga tidak boleh menutup mata dan harus terus mendorong pembangunan.
"Bagaimana program yang dilakukan Universitas terutama Fakultas Ekonomi membuat program jangka panjang dan memastikan program itu masyarakat bisa mandiri masyarakat punya satu produk karena kemandirian ekonomi itu tergantung lagi dari bantuan bantuan karena sudah memberikan skill untuk membuat produk tapi memberikan skill keuangan mereka harus di tingkatkan jadi harus berjalan berimbang," tutup Ana
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....