Ekspor Aceh Agustus 2026 Turun 11,94 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 8,67 Juta

  • 02 Okt 2026 00:21 WIB
  •  Banda Aceh

RRICO.ID, Banda Aceh - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat, nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada Agustus 2026 tercatat sebesar USD 74,00 juta. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 11,94 persen dibandingkan nilai ekspor pada Juli 2026.

Kepala BPS Aceh Agus Andria mengatakan, kelompok komoditas Bahan Bakar Mineral menjadi penyumbang terbesar ekspor Aceh selama Agustus 2026. "Nilai ekspor kelompok tersebut mencapai USD 44,08 juta dan didominasi oleh komoditas batubara," ujarnya saat penyampaian rilis bulanan di Kantor BPS Aceh, Kamis, 1 Oktober 2026.

Disebutkan Agus, ekspor komoditas asal Aceh pada Agustus 2026 paling banyak ditujukan ke India. Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai USD 56,34 juta dengan komoditas utama berupa batubara, lemak dan minyak hewan atau nabati (CPO), serta berbagai produk kimia.

Dilihat berdasarkan sektor, ekspor Aceh pada Agustus 2026 masih didominasi hasil pertambangan, nilai ekspor dari sektor tersebut mencapai USD 44,20 juta. Di sisi lain, nilai impor Provinsi Aceh pada Agustus 2026 tercatat sebesar USD 82,67 juta. Nilai tersebut meningkat sekitar 0,96 persen dibandingkan impor pada Juli 2026.

Impor Aceh selama Agustus 2026 didominasi oleh kelompok komoditas Bahan Bakar Mineral/Gas. Nilainya mencapai USD 76,06 juta, disusul Bahan Kimia Anorganik sebesar USD 3,89 juta dan Mesin/Pesawat Mekanik sebesar USD 2,71 juta.

Dengan nilai impor yang lebih tinggi dibandingkan ekspor, neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Agustus 2026 mengalami defisit. Besaran defisit perdagangan tersebut tercatat mencapai USD 8,67 juta.

Sementara itu, nilai ekspor komoditas asal Aceh yang dikirim melalui pelabuhan di wilayah Provinsi Aceh mencapai USD 59,19 juta. Nilai tersebut setara dengan 79,99 persen dari total nilai ekspor komoditas asal Provinsi Aceh pada Agustus 2026.

Data perdagangan tersebut menunjukkan bahwa komoditas pertambangan, khususnya batubara, masih menjadi bagian penting dalam ekspor Aceh. Pada saat yang sama, tingginya nilai impor Bahan Bakar Mineral/Gas turut memengaruhi posisi neraca perdagangan luar negeri Aceh yang mencatat defisit pada Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....