September 2026, Aceh Alami Inflasi Bulanan Sebesar 0,36 Persen

  • 02 Okt 2026 00:17 WIB
  •  Banda Aceh

RRICO.ID, Banda Aceh - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Provinsi Aceh pada September 2026 tercatat sebesar 0,36 persen secara month to month (m-to-m). Sementara itu, tingkat inflasi year to date (y-to-d) mencapai 1,94 persen dan secara year on year (y-on-y) sebesar 5,03 persen.

Kepala BPS Aceh Agus Andria, mengatakan berdasarkan data tersebut, Indeks Harga Konsumen (IHK) Aceh pada September 2026 berada di level 116,62. "Angka inflasi tahunan itu menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat dibandingkan September 2025," Ujarnya saat penyampaian rilis bulanan dikantor BPS Aceh, Kamis 1 Oktober 2026.

Disebutkan Agus, Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah dengan angka mencapai 5,86 persen, daerah tersebut mencatat IHK sebesar 120,31 pada September 2026. Sementara itu, inflasi y-on-y terendah terjadi di Meulaboh dengan angka sebesar 3,61 persen. IHK di wilayah tersebut tercatat sebesar 116,49.

Kenaikan inflasi tahunan terjadi akibat meningkatnya indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran. Salah satunya kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami kenaikan sebesar 5,02 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mengalami kenaikan indeks sebesar 3,25 persen. Kemudian, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga meningkat sebesar 4,23 persen.

Pada kelompok kesehatan, indeks tercatat naik sebesar 1,08 persen, sedangkan kelompok transportasi meningkat 5,94 persen. Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan juga mengalami kenaikan sebesar 3,88 persen.

Kenaikan berikutnya terjadi pada kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,98 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 0,56 persen. Sementara kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mencatat kenaikan paling tinggi, yakni mencapai 12,17 persen.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan indeks sebesar 7,90 persen. Di sisi lain, kelompok pakaian dan alas kaki menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yakni sebesar 1,30 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....