Harga Emas di Banda Aceh Turun Menjadi Rp7,5 Juta per Mayam
- 29 Sep 2026 09:35 WIB
- Banda Aceh
Poin Utama
- Harga emas Antam turun menjadi Rp2,715 juta per gra
- Harga emas di Banda Aceh turun menjadi sekitar Rp7,5 juta per mayam.
- Penurunan harga mendorong minat beli, terutama untuk investasi dan tabungan masa depan.
RRI.CO.ID, Banda Aceh: Harga emas di Kota Banda Aceh mengalami penurunan menjadi sekitar Rp7,5 juta per mayam. Sebelumnya, harga emas berada pada kisaran Rp7,6 juta hingga Rp7,7 juta per mayam.
Penurunan harga tersebut terpantau dalam beberapa waktu terakhir dan masih dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi pasar.
Salah seorang penjual emas di Pasar Aceh, Daffa, mengatakan penurunan harga tersebut turut memengaruhi perilaku konsumen. Menurutnya, masyarakat saat ini lebih banyak membeli emas dibandingkan menjual.
“Karena harga emas yang turun ke Rp7,5 juta, pelanggan lebih banyak membeli daripada menjual emas untuk harga yang sekarang,” ujar Daffa.
Selain emas perhiasan, harga emas Antam atau emas batangan juga mengalami penurunan. Saat ini, harganya berada di kisaran Rp2,715 juta per gram, atau turun sekitar Rp15 ribu dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
“Untuk harga emas Antam atau batangan, harga sekarang Rp2.715.000 per gram,” tambah Daffa.
Sementara itu, pihak Pegadaian, Resa, membenarkan adanya penurunan harga emas dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut harga emas dapat berubah dalam waktu yang relatif cepat.
“Kalau melihat pertumbuhan harga emas, memang dari dua bulan terakhir ini emas mengalami penurunan yang signifikan. Untuk harga per hari ini juga mengalami penurunan lagi,” kata Resa.
Ia menjelaskan, Pegadaian memperbarui harga emas sebanyak dua kali dalam sehari. Pada periode pertama, harga beli tercatat Rp2,549 juta per gram, kemudian pada pukul 10.00 WIB mengalami perubahan menjadi Rp2,527 juta per gram.
Menurut Resa, pergerakan harga emas dipengaruhi berbagai faktor global, antara lain inflasi, perang, dan kondisi geopolitik.
“Banyak faktor yang memengaruhi kenaikan harga emas, termasuk inflasi, perang, kemudian juga geopolitik,” ujarnya.
Resa mengatakan, sebagian masyarakat membeli emas untuk tujuan investasi atau tabungan masa depan. Sementara itu, pembelian emas perhiasan juga masih banyak dilakukan, terutama oleh konsumen perempuan.
“Kebanyakan pembelian emas di sini untuk investasi. Ada juga beberapa kaum perempuan yang biasanya lebih dominan membeli perhiasan. Kalau untuk perhiasan, kita hitungannya gram di sini,” katanya.
Ia berharap penurunan harga emas dapat meningkatkan minat masyarakat untuk membeli emas, khususnya sebagai instrumen investasi.
Namun, harga emas tetap dapat berubah mengikuti perkembangan pasar dan berbagai faktor ekonomi maupun geopolitik global. ( Kontributor RRI/Sara Salsabila )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....