Cuaca Ekstrem Picu Ancaman Kenaikan Harga Pangan
- 05 Agt 2026 09:50 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh: Cuaca ekstrem yang dipicu perubahan iklim dinilai berpotensi meningkatkan harga pangan di Aceh dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh terganggunya produksi pertanian, distribusi bahan pangan, hingga berkurangnya hasil tangkapan nelayan akibat perubahan kondisi cuaca.
Founder dan Executive Director Rumah Pangan Aceh, Rivan Rinaldi, mengatakan perubahan iklim telah memberikan dampak nyata terhadap sektor pangan, mulai dari banjir, kekeringan, hingga perubahan musim tanam. Menurutnya, gangguan tersebut tidak hanya memengaruhi petani dan nelayan, tetapi juga berdampak langsung terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok yang dirasakan masyarakat.
"Tahun lalu kita menyaksikan sendiri bagaimana dahsyatnya banjir yang terjadi di Aceh. Dampaknya membuat distribusi bahan pangan terputus dan akhirnya harga cabai sempat menyentuh sekitar Rp250 ribu per kilogram," kata Rivan saat menjadi narasumber Dialog Green Radio RRI Banda Aceh Sabtu 1 Agustus 2026.
Ia menilai kejadian tersebut menjadi gambaran bahwa perubahan iklim dapat memicu gejolak harga ketika pasokan pangan terganggu. Rivan menjelaskan, selain banjir, musim kemarau berkepanjangan juga mulai memengaruhi produktivitas pertanian di sejumlah wilayah. Berdasarkan hasil pemantauan di lahan petani mitra, beberapa komoditas seperti cabai, jagung, dan serai menunjukkan penurunan kualitas akibat kekurangan air, sementara tanaman yang lebih adaptif terhadap cuaca kering masih mampu bertahan.
Menurutnya, berkurangnya hasil panen akan berpengaruh terhadap ketersediaan pangan di pasar. "Ketika petani gagal panen, penghasilannya berkurang. Di sisi lain, bahan pangan menjadi lebih sedikit sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi, sehingga harga akan ikut meningkat," ujarnya.
Dampak serupa juga dirasakan sektor perikanan karena meningkatnya suhu laut menyebabkan ikan berpindah ke perairan yang lebih dalam. Kondisi itu membuat nelayan harus mengeluarkan biaya operasional yang lebih besar untuk memperoleh hasil tangkapan, sehingga harga ikan di tingkat konsumen berpotensi mengalami kenaikan ketika pasokan menurun.
Rivan mengajak seluruh pihak untuk memperkuat langkah adaptasi dan mitigasi guna menjaga stabilitas pangan di tengah perubahan iklim. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, petani, nelayan, dan masyarakat dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sehingga dampak cuaca ekstrem terhadap ketersediaan maupun harga pangan dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....