Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kilogram di Aceh Singkil Aman

  • 11 Jun 2026 23:47 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Singkil - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan stok dan penyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi di Kabupaten Aceh Singkil dalam kondisi normal. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan kenaikan harga gas melon yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Dalam keterangan resminya, Kamis 11 Juni 2026, Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagutmenyatakan, distribusi LPG 3 Kg terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Aceh Singkil.

Pertamina menyebutkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga jual LPG 3 Kg di pangkalan resmi masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku. Harga LPG 3 Kg di pangkalan berkisar antara Rp22.000 hingga Rp26.000 per tabung, sedangkan untuk wilayah Kecamatan Pulau Banyak sebesar Rp30.000 per tabung.

"Hingga saat ini tidak ditemukan penjualan LPG 3 Kg di atas ketentuan pada pangkalan resmi Pertamina," demikian pernyataan resmi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

Untuk menjaga ketersediaan pasokan, Pertamina mengaku terus melakukan pengawasan distribusi melalui agen dan pangkalan resmi. Selama periode 1 hingga 11 Juni 2026, sebanyak 29.680 tabung LPG 3 Kg telah disalurkan ke Kabupaten Aceh Singkil.

Selain itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pemangku kepentingan lainnya dalam pengawasan distribusi LPG bersubsidi. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Polres Aceh Singkil, hingga saat ini tidak ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh pangkalan resmi Pertamina dalam penyaluran LPG 3 Kg.

Sebelumnya, masyarakat Aceh Singkil mengeluhkan sulitnya memperoleh LPG 3 Kg serta melonjaknya harga di tingkat pengecer. Di sejumlah kios dan penjual eceran, gas bersubsidi tersebut dilaporkan dijual hingga Rp35.000 per tabung.

Yanto, seorang penjual LPG di Kecamatan Gunung Meriah, mengatakan kenaikan harga dipicu terbatasnya pasokan yang diterima pedagang dari pangkalan.

"Naik harganya karena barangnya langka. Biasanya stok di pangkalan banyak, sekarang cuma sedikit. Kami pun beli dibatasi," ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Kelangkaan tersebut juga dikeluhkan warga yang bergantung pada LPG untuk kebutuhan sehari-hari. Siti, seorang ibu rumah tangga, mengaku kenaikan harga gas cukup memberatkan ekonomi keluarganya.

"Kelangkaan dan kenaikan harga LPG 3 kilogram ini cukup memberatkan saya. Apalagi gas sangat dibutuhkan untuk memasak. Kalau langka dan mahal tentu sangat memberatkan kami," katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina mengimbau masyarakat membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Masyarakat juga diminta melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan harga maupun distribusi LPG bersubsidi melalui Pertamina Contact Center 135.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....