ESDM Aceh Sebut Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Belum Berdampak pada Transportasi

  • 31 Mei 2026 22:43 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Pemerintah Aceh memastikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap biaya transportasi maupun distribusi barang kebutuhan pokok di daerah tersebut.

Kepala Bidang Minyak dan Gas Bumi (Migas) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Dian Budi Dharma, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga energi melalui rapat koordinasi pengendalian inflasi yang rutin dilaksanakan setiap pekan.

“BBM memang menjadi salah satu komponen yang turut memberikan andil terhadap inflasi, meskipun kontribusinya relatif kecil. Karena itu, pemerintah terus melakukan pemantauan secara berkala,” kata Dian Budi Dharma dalam perbincangan bersama RRI, Selasa 26 Mei 2026.

Menurutnya, sektor yang paling rentan terdampak oleh perubahan harga BBM adalah transportasi. Namun hingga saat ini, pemerintah belum menemukan adanya kenaikan biaya angkutan yang signifikan akibat perubahan harga bahan bakar.

Dian menjelaskan, stabilitas biaya transportasi masih dapat terjaga karena ketersediaan Biosolar untuk sektor angkutan barang tetap terjamin. Kondisi tersebut membantu pelaku usaha transportasi dalam menjalankan aktivitas distribusi tanpa tambahan beban operasional yang berarti.

“Untuk saat ini belum ada penambahan biaya transportasi yang dipicu oleh kenaikan harga BBM. Salah satu faktor yang mendukung adalah ketersediaan Biosolar yang masih dapat diperoleh oleh sektor transportasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Aceh juga memberikan perhatian terhadap kelancaran distribusi logistik, khususnya untuk kendaraan pengangkut sembako dan kebutuhan pokok lainnya.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, kendaraan angkutan barang tertentu masih memperoleh alokasi Biosolar yang dinilai cukup untuk mendukung perjalanan distribusi antardaerah, termasuk rute Aceh menuju Medan.

“Untuk truk pengangkut barang, terdapat pengaturan yang memberikan alokasi bahan bakar sesuai kebutuhan operasional. Hal ini bertujuan agar distribusi barang tetap lancar dan tidak mengganggu pasokan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Dian menegaskan, hingga kini tidak terdapat kendala berarti dalam pergerakan kendaraan logistik akibat kebijakan terkait BBM. Dengan demikian, pasokan sembako dan kebutuhan pokok masyarakat masih dapat terdistribusi dengan baik. Pemerintah Aceh bakal terus memantau perkembangan harga energi dan dampaknya terhadap inflasi daerah guna memastikan stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....