PT PEMA Ekspor 40 Ton Kopi Arabika Gayo ke Amerika Serikat

  • 30 Apr 2026 17:01 WIB
  •  Banda Aceh
Poin Utama
  • PT Pembangunan Aceh (PEMA) akan mengekspor 40 ton kopi arabika Gayo ke Amerika Serikat
  • Fokus pada kualitas dan pasar global
  • Ekspor ini diharapkan memberi efek berganda bagi ekonomi Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - PT Pembangunan Aceh (PEMA) bersiap melakukan ekspor tahap kedua komoditas kopi arabika Gayo ke Amerika Serikat (AS) pada Mei 2026. Sebanyak 40 ton kopi hasil produksi petani lokal akan dikirimkan guna memenuhi peningkatan permintaan dari pasar internasional.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, menegaskan bahwa keberlanjutan ekspor ini merupakan langkah strategis untuk menjaga reputasi dan pangsa pasar komoditas unggulan Aceh. Menurutnya, fokus perusahaan saat ini adalah mempertahankan kualitas guna mengamankan akses pasar jangka panjang.

"Keberlanjutan ekspor ini bukan semata soal peningkatan volume, tetapi lebih pada menjaga konsistensi kualitas, reputasi, dan akses pasar jangka panjang," kata Mawardi Nur di Banda Aceh, Kamis 30 April 2026.

Pengiriman lanjutan ini dilakukan setelah PT PEMA, melalui anak usahanya Sumatera Noble Coffee KSO, sukses mengekspor perdana 19 ton kopi jenis triple pick pada pertengahan April lalu. Mawardi menilai, meningkatnya jumlah permintaan menunjukkan posisi perusahaan yang mulai diperhitungkan dalam industri kopi internasional sebagai bagian dari transformasi organisasi.

Sementara itu, Direktur Komersial PT PEMA, Faisal Ilyas, menjelaskan bahwa ekspansi ini memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi ekonomi Aceh, mulai dari petani hingga sektor logistik. Strategi ini diharapkan mampu mendongkrak devisa sekaligus memperkuat identitas kopi Gayo sebagai produk premium dunia.

"Yang kita bangun bukan sekadar transaksi perdagangan, melainkan sebuah ekosistem ekonomi yang memberikan nilai tambah secara berkelanjutan bagi Aceh," jelas Faisal.

Untuk menjamin kepercayaan pasar global, Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA, Naufal, memastikan seluruh rantai pasok telah memenuhi standar kontrol kualitas (quality control) yang ketat. Penguatan ekosistem dari hulu ke hilir ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan Aceh sebagai pusat kopi specialty dunia.

“Kami melihat ini potensi besar untuk mengangkat seluruh rantai ekonomi masyarakat, mulai dari petani di tingkat hulu hingga pelaku industri dan eksportir di hilir," pungkas Naufal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....