Takaran BBM SPBU di Aceh Diawasi Ketat
- 28 Feb 2026 01:55 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Pengawasan terhadap kualitas dan ketepatan takaran Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Banda Aceh diperketat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perlindungan konsumen serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap distribusi energi.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Pemerintah Kota Banda Aceh melalui UPTD Metrologi Legal melakukan inspeksi terpadu di sejumlah titik, di antaranya SPBU Simpang Jam dan SPBU Lhong Raya, serta beberapa pangkalan LPG 3 kilogram di wilayah Banda Aceh.
Kepala UPTD Metrologi Legal Kota Banda Aceh, Fikri, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh alat ukur dan dispenser BBM yang diperiksa berada dalam kondisi sesuai standar. “Berdasarkan pengecekan bersama, seluruh SPBU yang diperiksa telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dari Kementerian Perdagangan,” ujarnya.
Selain BBM, tim juga memeriksa takaran tabung LPG 3 kilogram. Dari hasil sidak, berat tabung kosong maupun dalam kondisi terisi dinyatakan sesuai standar, dengan tetap memperhatikan batas toleransi yang diatur dalam regulasi. Distribusi LPG bersubsidi di Banda Aceh juga dinilai berjalan baik, baik dari sisi kuota maupun harga yang ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung.
Fikri menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok BBM dan LPG di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya dalam kondisi relatif aman. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus terjaga hingga Idulfitri.
Sales Area Manager Aceh Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Misbah Bukhori, dalam keterangannya yang diterima RRI, Jumat 28 Februari 2026 menegaskan pihaknya rutin melakukan monitoring guna memastikan setiap liter BBM dan tabung LPG yang diterima masyarakat sesuai standar mutu dan takaran. "Pengawasan ditingkatkan menjelang hari besar keagamaan agar distribusi tetap lancar," katanya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyebut sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi metrologi sebagai bentuk transparansi dan komitmen perlindungan konsumen. "Kami juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan energi di Banda Aceh dipastikan aman dan terus dipantau secara berkala," imbaunya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....