Mahasiswa Harap Bahasa Isyarat Masuk Kurikulum Kedokteran
- 24 Apr 2026 18:06 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala berharap pelatihan bahasa isyarat dapat menjadi bagian dari kurikulum pendidikan kedokteran di masa depan.
Hal ini disampaikan dalam program LOVE 2026 yang digagas CIMSA FK USK sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap layanan kesehatan inklusif.
Menurut peserta program, kemampuan komunikasi merupakan aspek penting dalam praktik kedokteran.
“Dokter bukan hanya memberi obat, tapi juga harus memahami pasien. Komunikasi itu kunci,” ujar salah satu mahasiswa.
Meski demikian, wacana memasukkan bahasa isyarat ke dalam kurikulum masih menuai pro dan kontra, mengingat beban studi mahasiswa kedokteran yang sudah cukup padat.
Di sisi lain, program ini juga menghadapi tantangan dalam hal pendanaan dan minimnya perhatian dari pihak eksternal.
Namun, mahasiswa tetap optimistis program ini dapat berlanjut melalui konsep community development dan sustainable program.
Ke depan, mereka berharap semakin banyak pihak, termasuk pemerintah, yang mendukung upaya inklusivitas di berbagai sektor, khususnya layanan kesehatan.
“Harapannya semua orang punya akses yang sama, tanpa terkecuali,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....