Minimnya Akses Komunikasi Jadi Tantangan Pasien Tunarungu di Layanan Kesehatan

  • 24 Apr 2026 18:02 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Keterbatasan komunikasi masih menjadi kendala utama bagi penyandang tunarungu dalam mengakses layanan kesehatan.

Mahasiswa kedokteran yang tergabung dalam program LOVE 2026 CIMSA FK USK mengungkapkan bahwa banyak pasien tunarungu belum bisa menyampaikan keluhan secara langsung kepada dokter.

Hal ini berpotensi menyebabkan kesalahan pemahaman, bahkan risiko salah diagnosis.

“Kalau pasien tidak bisa menjelaskan secara spesifik, dokter juga kesulitan menentukan bagian yang sakit,” kata salah satu peserta program dalam dialog di Pro 2 RRI Banda Aceh pada Selasa 4 April 2026.

Di sisi lain, keluarga pasien umumnya menjadi perantara komunikasi. Namun, tidak semua keluarga memahami bahasa isyarat secara formal.

Bahasa yang digunakan sering kali bersifat personal atau dikenal sebagai Bisindo, sehingga tidak selalu dapat dipahami oleh tenaga medis.

Selain itu, stigma sosial juga masih menjadi tantangan tersendiri. Sebagian penyandang disabilitas masih mengalami pengucilan dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Meski begitu, upaya edukasi dan peningkatan kesadaran terus dilakukan, salah satunya melalui pelatihan bahasa isyarat bagi mahasiswa kedokteran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....