Program Kopi Gayo Lestari Perkuat Petani dan Lingkungan

  • 15 Mar 2026 05:02 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Program pengembangan kopi berkelanjutan di dataran tinggi Gayo terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak guna menjaga produktivitas petani sekaligus kelestarian lingkungan. Salah satunya dilakukan melalui program Leuser International Foundation yang fokus pada penerapan sistem agroforestri di kebun kopi.

Project Manager LCF-3 Yayasan Leuser International Foundation, Jafar Siddik, mengatakan pihaknya telah lama bekerja di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk mendukung petani kopi melalui pendekatan konservasi. Program tersebut juga dijalankan dengan menggandeng koperasi serta sektor swasta yang bergerak di bidang ekspor kopi.

“Kami sudah bekerja di kawasan Gayo cukup lama, bahkan sejak 2009. Program ini bertujuan memperkuat keberlanjutan kopi Gayo sekaligus menjaga lingkungan,” ujar Jafar dalam dialog Green Radio RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 14 Maret 2026.

Ia menjelaskan kerja sama dilakukan dengan beberapa mitra seperti koperasi dan perusahaan kopi yang memiliki jaringan ekspor. Selain itu, lembaganya juga memiliki petani binaan yang mendapatkan pendampingan secara langsung.

Menurut Jafar, salah satu fokus program adalah penanaman pohon penaung di kebun kopi. Pohon tersebut memiliki fungsi ekologis untuk menjaga kelembaban tanah dan mengurangi paparan sinar matahari langsung pada tanaman kopi.

“Pohon penaung ini penting karena bisa menjaga kondisi mikroklimat kebun kopi. Tanaman tidak langsung terkena matahari sehingga pertumbuhannya lebih baik,” katanya.

Selain fungsi ekologis, pohon penaung juga memiliki nilai ekonomi bagi petani. Jenis pohon yang ditanam seperti alpukat, durian, kemiri, hingga jengkol dapat menjadi sumber pendapatan tambahan saat masa panen kopi selesai.

“Ketika kopi tidak panen, petani masih bisa mendapatkan tambahan pendapatan dari tanaman buah yang ditanam sebagai penaung,” jelasnya.

Program ini juga menjadi salah satu upaya menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin dirasakan petani. Menurutnya, kenaikan suhu dan perubahan pola musim dapat meningkatkan serangan hama pada tanaman kopi.

“Kita tidak bisa menghindari perubahan iklim, tetapi kita harus beradaptasi. Salah satunya dengan memperbanyak pohon penaung agar suhu di kebun tetap stabil,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan pohon dan hutan di kawasan Leuser juga dinilai memiliki hubungan erat dengan produktivitas kopi Gayo. Ekosistem hutan berperan penting dalam menjaga ketersediaan air dan kesuburan tanah.

“Hutan Leuser menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk ketersediaan air dan keanekaragaman hayati yang membantu kebun kopi tetap produktif,” kata Jafar.

Melalui program tersebut, pihaknya menargetkan sekitar 10.000 kepala keluarga petani dapat merasakan manfaat secara langsung. Program ini juga menargetkan penanaman hingga dua juta pohon penaung di sekitar 12.000 hektare lahan perkebunan kopi.

Jafar berharap praktik budidaya kopi berkelanjutan dapat terus diterapkan oleh petani Gayo agar kualitas kopi tetap terjaga. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi kopi dan kelestarian lingkungan.

“Dengan menjaga pohon penaung dan praktik budidaya yang baik, petani tidak hanya menghasilkan kopi berkualitas, tetapi juga ikut melindungi ekosistem Leuser untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....