Pentingnya Penanganan Gizi Pada Situasi Bencana

  • 09 Feb 2026 10:24 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Penanganan gizi yang tepat pada situasi bencana menjadi faktor penting dalam mencegah meningkatnya angka kesakitan dan kematian, khususnya pada kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Hal ini disampaikan Mistahul Jannati selaku ketua devisi tanggap dalam dialog bersama Pro2 RRI Banda Aceh, pada Minggu, 8 Februari 2026.

Menurutnya, pada saat bencana terjadi, fokus penanganan sering kali hanya tertuju pada evakuasi dan penyediaan logistik umum, sementara aspek gizi kerap terabaikan. Padahal, kekurangan asupan gizi dapat memperburuk kondisi kesehatan pengungsi dan meningkatkan risiko penyakit.

“Dalam situasi bencana, tubuh berada dalam kondisi rentan. Jika asupan gizi tidak terpenuhi, daya tahan tubuh menurun dan risiko penyakit menular maupun gizi buruk akan meningkat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan gizi darurat harus dilakukan sejak awal tanggap bencana dengan memastikan ketersediaan makanan bergizi seimbang, air bersih, serta makanan khusus bagi kelompok rentan. Selain itu, distribusi pangan juga harus memperhatikan keamanan dan kelayakan konsumsi.

Dimana edukasi kepada masyarakat dan petugas di lapangan juga sangat penting agar pemenuhan gizi dapat berjalan efektif. Koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga relawan, dinilai menjadi kunci keberhasilan penanganan gizi di lokasi pengungsian.

“Penanganan gizi bukan hanya soal makanan, tapi juga bagian dari upaya menjaga kualitas hidup penyintas bencana,” tambahnya.

Ia juga berharap kesadaran semua pihak terhadap pentingnya penanganan gizi pada situasi bencana semakin meningkat, sehingga dampak kesehatan yang ditimbulkan dapat ditekan semaksimal mungkin.

Rekomendasi Berita