Ular Masuk Rumah, Benarkah Keseimbangan Alam Terganggu?

  • 04 Feb 2026 20:41 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Munculnya ular di lingkungan permukiman warga dinilai bukan sekadar persoalan hewan liar, tetapi juga menjadi tanda terganggunya keseimbangan alam. Hal ini disampaikan Komunitas Animal Lovers Banda Aceh (Alba) dalam program Ngobras RRI Banda Aceh.

Koordinator Lapangan Alba, Syahrul Akbar Sadad, mengatakan semakin seringnya ular masuk ke rumah warga berkaitan erat dengan menyempitnya habitat satwa akibat alih fungsi lahan dan perubahan lingkungan.

“Banyak lahan yang dulunya jadi habitat alami sekarang berubah jadi permukiman. Ular akhirnya mencari tempat baru untuk bertahan hidup,” ujar Syahrul saat diwawancarai RRI, Selasa 3 Februari 2026.

Ia menambahkan, keberadaan sampah dan populasi tikus yang tinggi di sekitar rumah juga menjadi faktor pemicu. Tikus merupakan salah satu mangsa utama ular, sehingga lingkungan kotor justru mengundang satwa tersebut mendekat ke permukiman.

Anggota Alba, Kevin Wardana, menegaskan bahwa kehadiran ular bukan berarti hewan itu menyerang manusia, melainkan terdorong oleh kebutuhan bertahan hidup.

“Mereka bukan datang untuk menyerang, tapi karena ruang hidupnya makin sempit. Ini lebih ke masalah lingkungan,” kata Kevin.

Selain menjelaskan penyebab kemunculan ular, Alba juga membagikan langkah aman yang bisa dilakukan warga saat menghadapi situasi tersebut. Kevin mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tidak mencoba menangkap atau membunuh ular secara mandiri.

“Yang paling penting jangan panik dan jangan dekati. Banyak orang malah coba tangkap sendiri, itu sangat berisiko,” ujarnya.

Ia menyarankan warga membuka satu jalur keluar agar ular memiliki jalan untuk pergi, sementara akses lain ditutup. Ular dikenal sensitif terhadap bau menyengat.

“Semprot pengharum ruangan atau cairan berbau tajam, biasanya ular akan mencari udara yang lebih segar dan keluar sendiri,” jelasnya.

Syahrul menambahkan anak-anak dan hewan peliharaan harus segera dijauhkan dari lokasi. Setelah itu, warga disarankan menghubungi pihak berpengalaman seperti komunitas atau petugas terkait.

“Penanganan ular perlu keahlian. Salah sedikit bisa berakibat fatal,” ujar Syahrul.

Komunitas Alba menilai persoalan ini perlu disikapi dari sisi ekologi, bukan hanya rasa takut semata, agar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga lingkungan sekitar sekaligus memahami cara aman menghadapi satwa liar.

Rekomendasi Berita