Perjuangan Fania Shella Menggerakkan Literasi Gen Z Aceh
- 28 Jan 2026 21:21 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh: Ratu Baca Aceh 2024, Fania Shella, membagikan kisah perjalanannya hingga terpilih sebagai duta literasi tingkat provinsi. Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala yang akrab disapa Fania atau Sela ini mengikuti ajang Raja Ratu Baca Aceh sejak tingkat kabupaten hingga akhirnya terpilih di tingkat provinsi pada Agustus 2024.
Fania dalam Podcast Kuphie Sareng yang disiarkan di Kanal YouTube RRI Banda Aceh, Rabu (3/12/2025) menjelaskan, proses pemilihan Raja Ratu Baca Aceh melalui sejumlah tahapan, mulai dari tes tulis, wawancara, hingga presentasi program. Ia mengaku program literasi yang disiapkan sejak tingkat kabupaten menjadi salah satu faktor penting. “Saya ikut dari perwakilan kabupaten, alhamdulillah dapat juara dan lanjut ke tingkat provinsi. Di sana kami melewati tes tulis, wawancara, dan presentasi program,” kata Fania Shella.
Salah satu program unggulan yang diangkat Fania adalah SIDAK (Selamatkan Indonesia dengan Karya), yang kemudian diturunkan ke dalam berbagai kegiatan literasi. Salah satunya adalah program Ngopi Ngobrol Inspirasi, yang terinspirasi dari budaya warung kopi di Aceh. “Aceh itu terkenal dengan seribu satu warung kopi. Banyak Gen Z menghabiskan waktu di sana, jadi kami berpikir bagaimana menyisipkan kegiatan positif dan literasi di sela-sela itu,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Fania dan tim turut melakukan sosialisasi fasilitas literasi yang disediakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, termasuk pengenalan Pustaka Aceh yang masih belum banyak diketahui generasi muda. “Masih banyak Gen Z yang belum tahu bahwa di Aceh ada fasilitas literasi seperti Pustaka Aceh yang bisa dimanfaatkan secara gratis,” kata Fania.
Selain itu, Fania juga menggagas program Bajakan (Bacakan dan Ajarkan) yang fokus pada pengentasan buta huruf. Program ini sempat dilaksanakan di Kampung Jawa dengan sasaran anak-anak yang belum lancar membaca. “Kami benar-benar mulai dari nol, mengajarkan cara membaca, sekaligus memberi motivasi dan inspirasi kepada adik-adik di sana,” tuturnya.
Pengalaman berkeliling ke berbagai kabupaten bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, termasuk ke Pulau Banyak, Aceh Singkil, menjadi momen paling berkesan bagi Fania. Ia menilai semangat literasi anak-anak daerah sangat besar. “Ternyata banyak anak-anak di daerah yang semangatnya luar biasa. Potensi seperti ini yang membuat saya semakin yakin bahwa literasi harus terus diperjuangkan,” pungkas Fania Sella.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....