Benarkah Konten Bencana di Medsos Picu Dampak Psikologis

  • 24 Des 2025 14:28 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Maraknya konten bencana alam di media sosial yang menampilkan banjir, longsor, gempa bumi, hingga korban terdampak di berbagai wilayah Sumatera dinilai dapat menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat. Paparan informasi visual dan narasi emosional secara berulang berpotensi memicu kecemasan, ketakutan, hingga stres, meski masyarakat tidak berada langsung di lokasi bencana.

Pengamat kesehatan mental menilai, tayangan berupa video, foto, maupun siaran langsung kejadian bencana yang tersebar luas di media sosial dapat memunculkan rasa tidak aman, khususnya bagi anak-anak, lansia, serta individu yang pernah mengalami trauma serupa sebelumnya. Kondisi ini dikenal sebagai secondary trauma atau trauma tidak langsung, akibat menyaksikan penderitaan orang lain secara terus-menerus.

Di wilayah Sumatera, yang secara geografis rawan bencana hidrometeorologi dan gempa bumi, konsumsi konten bencana yang masif berpotensi memperkuat persepsi ancaman setiap saat. Hal ini dapat memengaruhi pola tidur, konsentrasi, hingga menurunkan produktivitas masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain itu, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, judul sensasional, serta visual yang ekstrem dinilai memperparah tekanan psikologis. Masyarakat kerap kesulitan membedakan informasi faktual dengan rumor, sehingga memicu kepanikan berlebihan.

Pakar psikologi menyarankan masyarakat untuk membatasi paparan konten bencana, memilih sumber informasi tepercaya, serta mengatur waktu penggunaan media sosial. Orang tua juga diimbau untuk melakukan pendampingan terhadap anak dalam mengakses informasi, agar tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....