Hubungan Antara Kecemasan dan kerontokan rambut? Ini Faktanya
- 10 Des 2025 16:06 WIB
- Banda Aceh
KBRN. Banda Aceh: Stres dan rasa cemas yang berkepanjangan semakin banyak ditemukan sebagai faktor pemicu rambut rontok pada berbagai kelompok usia. Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa kondisi psikologis yang tidak stabil dapat memengaruhi hormon tubuh, sehingga berdampak pada kesehatan rambut. Banyak masyarakat yang mengeluhkan rambut menipis hingga mengalami kerontokan parah setelah melewati periode stres berat.
Menurut para dokter kulit, stres dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai telogen effluvium, yaitu situasi ketika folikel rambut memasuki fase istirahat secara bersamaan. Akibatnya, rambut lebih mudah rontok, terutama saat menyisir atau keramas. Kondisi ini biasanya muncul beberapa bulan setelah seseorang mengalami tekanan emosional atau peristiwa traumatis. Meski tidak permanen, kerontokan dapat berlangsung lama bila stres tidak dikelola dengan baik.
Selain itu, kecemasan juga memengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga memicu peradangan di kulit kepala. Peradangan ini dapat menghambat pertumbuhan rambut baru dan mempercepat kerontokan. Pada beberapa kasus, stres ekstrem bahkan dapat menyebabkan alopecia areata, yaitu kerontokan rambut dalam bentuk lingkaran atau pitak akibat sistem imun menyerang akar rambut.
Dicuplik melalui laman doktersehat. Hubungan antara kecemasan dan kerontokan rambut memang kompleks. Dalam beberapa kasus, kecemasan bisa memicu kondisi medis yang menyebabkan rambut rontok. Di sisi lain, kerontokan rambut juga menyebabkan stres makin berat, dan memperburuk kecemasan.
Untuk mengatasi kerontokan akibat stres, dokter menyarankan kombinasi perawatan fisik dan pengelolaan emosi. Teknik seperti meditasi, olahraga rutin, tidur cukup, dan konsultasi psikolog dinilai efektif mengurangi stres. Sementara itu, perawatan rambut seperti penggunaan sampo yang tepat, nutrisi seimbang, serta menghindari penggunaan alat styling berlebihan dapat membantu mempercepat pemulihan rambut. Jika kerontokan berlanjut, pemeriksaan medis dianjurkan untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....