Sidik Jari, Rahasia Unik Manusia Sejak Dalam Kandungan

  • 31 Okt 2025 01:46 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh : Sidik jari atau fingerprint merupakan pola unik pada ujung jari manusia. Pola ini bisa terbentuk karena sengaja dibubuhi tinta, atau tertinggal pada benda karena bersentuhan dengan kulit.

Selain sebagai identitas, sidik jari berfungsi memberikan gesekan sehingga jari bisa memegang benda lebih kuat. Keunikan setiap sidik jari membuat tidak ada dua manusia di dunia yang sama persis.

Sidik jari sudah mulai terbentuk sejak janin berusia sekitar empat bulan. Pola ini kemudian bersifat permanen dan tetap hingga dewasa.

Menurut ldii.or.id, identifikasi sidik jari pertama kali dimulai pada 1823 oleh ahli anatomi Ceko, Purkinje. Ia menemukan tiga jenis pola sidik jari, yakni busur, melingkar, dan kotak.

Pada 1858, ilmuwan Inggris William Herschel menegaskan bahwa sidik jari setiap manusia berbeda. Kemudian, pada 1877, Dr. Henry Falls menemukan metode memastikan sidik jari tetap ada seumur hidup.

Sidik jari tidak berubah, bahkan terbukti pada mumi yang dibalsem, pola sidiknya tetap terlihat jelas. Sir Francis Galton dari Perancis juga memastikan tidak ada garis fleksibel yang sama di antara manusia.

Garis fleksibel pada sidik jari sudah muncul di rahim ibu antara usia kehamilan 100 hingga 120 hari. Hal ini menjadi dasar ilmu analisis sidik jari yang digunakan penyidik hingga kini.

Pada 1893, Edward Henry, Direktur Scotland Yard, mengembangkan cara mengklasifikasikan sidik jari. Ia menetapkan delapan tipe utama dan sepuluh jari sebagai satu kesatuan untuk menentukan karakter seseorang.

Sejak saat itu, sidik jari digunakan sebagai bukti kuat di kepolisian. Ilmu ini terus berkembang dan menjadi salah satu saksi paling otentik rahasia ciptaan Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....