Kekuatan Tulang Wanita dan Pria serta Risiko Osteoporosis

  • 20 Okt 2025 09:45 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN. Banda Aceh: Kekuatan tulang wanita dan pria. Secara umum, pria memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi dibandingkan wanita. Hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon testosteron yang membantu pembentukan massa tulang lebih padat dan kuat. Sementara itu, wanita cenderung memiliki struktur tulang yang lebih kecil dan ringan, membuat mereka lebih rentan terhadap kehilangan massa tulang seiring bertambahnya usia.

Selain faktor genetik dan hormon, masa menopause menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya risiko osteoporosis pada wanita. Setelah menopause, kadar hormon estrogen yang berperan dalam menjaga kepadatan tulang menurun drastis. Akibatnya, proses penyerapan kalsium oleh tulang menjadi berkurang, sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan mudah retak. Sementara pada pria, penurunan hormon testosteron terjadi lebih lambat, sehingga risiko osteoporosis cenderung muncul di usia yang lebih tua.

Diculik dari laman dokter sehat, cara mencegah osteoporosis berikutnya adalah menghindari atau berhenti merokok. Merokok diketahui dapat mempercepat pengeroposan tulang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita yang merokok satu bungkus per hari saat usia dewasa mengalami penurunan 5 hingga 10 persen dalam kepadatan tulang saat menopause, hal dapat mengakibatkan peningkatan risiko patah tulang.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih cepat mengalami penurunan massa tulang dibandingkan pria setelah mencapai usia 30 tahun. Pada usia ini, tubuh mulai kehilangan kemampuan optimal untuk membentuk jaringan tulang baru. Oleh karena itu, bagi wanita sangat dianjurkan untuk rutin berolahraga beban ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau senam tulang, serta memperhatikan asupan nutrisi yang menunjang kesehatan tulang.

Upaya pencegahan osteoporosis tidak hanya penting bagi wanita, tetapi juga bagi pria. Pemeriksaan kepadatan tulang secara berkala dapat membantu mendeteksi dini tanda-tanda pengeroposan. Dengan kombinasi antara pola makan bergizi, aktivitas fisik teratur, serta gaya hidup sehat tanpa rokok dan alkohol, risiko osteoporosis dapat diminimalkan, sehingga baik pria maupun wanita dapat mempertahankan kekuatan tulang hingga usia lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....