Overload Digital Picu Cemas dan Pelupa

  • 30 Sep 2025 20:57 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Fenomena ketergantungan masyarakat terhadap gawai atau gadget dinilai semakin mengkhawatirkan. Digital seharusnya menjadi media yang membantu aktivitas, bukan justru menjadi candu yang berdampak pada kesehatan mental. Hal itu disampaikan Kak Rizka K, seorang inspirator, saat menjadi narasumber dalam dialog bersama RRI Banda Aceh, Kamis (25/9/2025).

Menurut Rizka, penggunaan gadget yang berlebihan dapat memicu masalah psikologis, salah satunya fear of missing out (FOMO) atau rasa takut tertinggal tren.

“Bangun tidur sibuk membuka gadget untuk melihat tren di media sosial, kalau tidak mengikuti malah jadi cemas. Itu dampaknya nyata dan membuat tidak nyaman,” jelasnya.

Selain FOMO, ia menyebut muncul istilah brain road, yakni kondisi kerusakan otak yang menyebabkan gangguan kognitif, daya ingat pendek, hingga meningkatkan rasa cemas.

Kondisi ini, kata Rizka, banyak dialami generasi muda yang terlalu dekat dengan dunia digital.

“Riset membuktikan, overload digital berpengaruh pada kesehatan mental. Orang jadi lebih mudah cemas, pelupa, dan sulit fokus,” ujarnya.

Untuk itu, Rizka menekankan pentingnya pembatasan penggunaan gadget, terutama pada anak-anak.

“Kalau untuk bermain cukup dua sampai tiga jam sehari. Itu berbeda dengan waktu untuk belajar yang bisa disesuaikan kebutuhan, tapi tetap harus ada jeda minimal 15 menit untuk berinteraksi langsung di luar layar,” katanya.

Ia berharap masyarakat semakin bijak memanfaatkan teknologi digital agar tidak terjebak dalam kecanduan yang berdampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....