Aksi "Gempar" Tekan Angka Stunting
- 25 Sep 2025 22:43 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Gerakan Mahasiswa Keperawatan Peduli Masyarakat (Gempar) kembali hadir untuk ke-13 kalinya dengan misi besar: menekan angka stunting di Aceh. Kegiatan yang digerakkan oleh mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKEP) Universitas Syiah Kuala ini akan dilaksanakan pada 26–27 September 2025 di Desa Atong, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar.
Ketua Panitia Gempar 13, Ade Rahmad Ilham, dalam dialog interaktif Cek Cerita Kamu, Rabu, (24/9/2025) menegaskan bahwa pemilihan isu stunting bukan tanpa alasan. “Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Aceh masih cukup tinggi, yakni sekitar 28,6 persen. Angka ini jauh di atas standar nasional yang ditetapkan sebesar 14 persen. Karena itu, kami merasa tema ini harus terus diangkat,” ujarnya.
Menurut Ade, Gempar setiap tahun selalu mengusung tema berbeda yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. “Setiap penyelenggaraan kami menyesuaikan dengan masalah kesehatan yang paling mendesak. Tahun ini kami memilih stunting karena kasusnya masih mengkhawatirkan di Aceh,” katanya menambahkan.
Ade juga mengungkapkan motivasinya memimpin kegiatan ini. “Saya sempat dua kali ikut Gempar sebagai peserta. Rasanya luar biasa bisa turun langsung ke masyarakat, melihat bagaimana ilmu keperawatan kami bermanfaat. Itu yang mendorong saya berani mengajukan diri sebagai ketua panitia,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini akan melibatkan edukasi gizi, penyuluhan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pemeriksaan kesehatan dasar bagi masyarakat. “Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapat informasi, tetapi juga pendampingan agar praktik hidup sehat bisa diterapkan,” jelas Ade.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKEP Universitas Syiah Kuala, Mulia Nasriza, memberikan apresiasi atas semangat para mahasiswa. “Gempar menjadi wadah penting untuk mengasah kepedulian sosial dan kemampuan mahasiswa keperawatan. Kami bangga karena kegiatan ini konsisten selama 13 tahun dan terus menyesuaikan dengan isu kesehatan terkini,” ucap Mulia.
Mulia menambahkan, dukungan masyarakat dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar pesan edukasi bisa lebih luas. “Kami berharap hasil kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga menurunkan angka stunting secara nyata,” katanya.
Dengan menggabungkan edukasi, aksi lapangan, dan pengabdian masyarakat, Gempar 13 diharapkan menjadi langkah nyata mahasiswa keperawatan Universitas Syiah Kuala dalam mewujudkan generasi Aceh yang lebih sehat dan bebas stunting.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....