Parenting Islami: Menanam Iman dan Akhlak Sejak Dini

  • 23 Sep 2025 20:39 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Istilah parenting mungkin terdengar modern, namun hakikat ilmu pengasuhan anak telah diajarkan dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Muhammad SAW sejak berabad-abad lalu. Dalam khazanah Islam, konsep ini dikenal dengan tarbiyatul aulad, yakni pola asuh anak yang berlandaskan wahyu dan tuntunan Nabi. Konsultan Keluarga, Ustazah Suriawati, dalam dialog interaktif Deungo Dakwah, Kamis, (11/9/2025) mengatakan prinsip pengasuhan Islami sesungguhnya bertujuan membimbing orang tua agar mampu mendidik generasi penerus yang beriman dan berakhlak mulia.

“Parenting itu sejatinya bukan untuk anak, tetapi untuk orang tua,” ujar Ustazah Suriawati. “Dalam Al-Qur’an, pola asuh atau tarbiyatul aulad menekankan agar ayah dan ibu bersama-sama menjaga fitrah anak yang lahir suci dan beriman kepada Allah.” tambahnya.

Ia menjelaskan, langkah pertama dalam mendidik anak adalah menanamkan keimanan sejak dini. Orang tua diharapkan menumbuhkan keyakinan kepada Allah SWT sebagai pondasi utama. “Setelah iman tertanam kuat, ajarkan anak untuk selalu berprasangka baik dalam kondisi apa pun. Ini sering luput dari perhatian, padahal sangat penting untuk membentuk jiwa yang tenang dan optimis,” tuturnya.

Selain iman dan prasangka baik, pembiasaan berzikir juga menjadi pilar penting. Menurut Ustazah Suriawati, anak perlu dilatih berzikir sejak kecil agar hatinya terbiasa mengingat Allah. “Zikir menenangkan hati. Tapi kalau dari kecil orang tua tidak membiasakan, anak akan sulit menjadi ahli zikir. Semua itu dimulai dari rumah, bukan sekadar mengandalkan sekolah atau lingkungan luar,” jelasnya.

Ustazah Suriawati menambahkan bahwa orang tua memegang peranan besar sebagai teladan. Keluarga merupakan madrasah pertama yang menanamkan nilai iman, akhlak, dan kedisiplinan. “Kalau orang tua tidak mencontohkan, bagaimana anak bisa meniru? Pembiasaan baik harus dilatih sejak dalam rumah,” katanya.

Prinsip kedua dalam pengasuhan Islami adalah mengembangkan potensi anak. Setiap anak memiliki bakat dan keunikan yang dianugerahkan Allah SWT. “Setiap anak itu berbeda. Orang tua harus rajin belajar agar mampu mengenali dan mendukung potensi tersebut,” ujar Ustazah Suriawati. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan psikologis orang tua, karena karakter anak juga dipengaruhi kondisi keluarga.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya keterlibatan kedua orang tua. “Sering kali acara parenting di sekolah hanya dihadiri ibu. Padahal kata ‘parent’ artinya ayah dan ibu. Keduanya harus kompak mendidik,” tegasnya. Menurutnya, dukungan penuh dari kedua belah pihak akan membantu anak tumbuh seimbang, baik secara emosional maupun spiritual.

“Anak adalah generasi penerus perjuangan Rasulullah. Jika orang tua abai, kita tak bisa berharap mereka menjadi pribadi yang kuat iman dan akhlaknya. Parenting bukan sekadar tren, tapi amanah besar,” ungkap Ustazah Suriawati.

Dengan memahami prinsip Al-Qur’an dalam pengasuhan, diharapkan lahir generasi yang beriman, berilmu, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....