Begini Sejarah Maulid Nabi di Nusantara

  • 07 Sep 2025 08:45 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia sudah berlangsung sejak masa perjuangan melawan penjajahan. Wali Songo dan Pangeran Diponegoro menjadikan Maulid sebagai wadah memupuk semangat jihad dan persatuan umat.

Hal tersebut diungkapkan Ustadz Dr. H. Akhyar, S.Ag, M.Ag, Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Banda Aceh, kepada RRI, Jumat (5/9/2025). Ia hadir dalam dialog Kajian Islami RRI Banda Aceh bertema “Maulid Nabi: Momentum Membangun Karakter Umat.”

Ustadz Akhyar menjelaskan, dahulu Maulid diperingati di masjid dan menasah, tidak hanya untuk zikir dan selawat, tetapi juga sebagai ruang musyawarah menyusun strategi perjuangan melawan kolonialisme. “Nilai perjuangan Rasulullah inilah yang harus kita hidupkan kembali di era sekarang. Bisa kita jalankan dengan semangat membangun ekonomi kerakyatan dan memperkuat solidaritas umat,” jelasnya.

Lebih jauh, Ustadz Akhyar mengingatkan pentingnya meneladani empat sifat Nabi: siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Menurutnya, karakter ini menjadi benteng menghadapi tantangan moral modern seperti pergaulan bebas dan maraknya konten negatif di media sosial.

“Rasulullah selalu bermanfaat bagi orang lain. Itu yang harus kita tanamkan agar umat Islam menjadi umat terbaik,” pungkas Ustadz Akhyar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....