Remaja Alami Tekanan Ganda Akibat Media Sosial

  • 31 Agt 2025 23:26 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN , Banda Aceh : Penggunaan media sosial oleh remaja kini bukan hanya soal hiburan. Media sosial telah menjadi bagian dari identitas sosial mereka di era digital ini.

Sayangnya, di balik aktivitas yang tampak menyenangkan, banyak remaja justru mengalami tekanan emosional dan sosial. Mereka merasa harus terus tampil sempurna agar tetap eksis di dunia maya.

Media sosial menciptakan ruang di mana remaja merasa harus selalu hadir dan menarik perhatian. Rasa cemas pun muncul saat unggahan mereka tidak mendapat cukup likes atau komentar.

Tekanan ini perlahan memengaruhi harga diri dan kesehatan mental mereka. Beban untuk selalu tampil menarik dan relevan bisa menjadi sangat melelahkan.

Studi dari Lembaga Psikologi Digital Remaja Indonesia (LPDRI) tahun 2024 menemukan fakta mencemaskan. Dari 1.500 siswa SMA yang disurvei di lima kota besar, 67% merasa tertekan mengikuti tren, dan 48% kelelahan menjaga citra online.

Tak sedikit yang mengalami gangguan tidur dan kesulitan konsentrasi belajar. Ini menunjukkan bahwa dampak media sosial sudah masuk ke ranah keseharian dan pendidikan.

Beban ini muncul karena media sosial mengaburkan batas antara ruang pribadi dan ruang publik. Remaja merasa selalu diawasi dan dinilai, sehingga kehilangan ruang aman untuk jadi diri sendiri.

Akibatnya, perbandingan sosial pun meningkat, dan rasa tidak cukup terus menghantui. Tanpa pendampingan, media sosial yang seharusnya jadi tempat berekspresi justru jadi sumber tekanan.

Edukasi digital dan ruang diskusi terbuka sangat dibutuhkan agar remaja bisa lebih bijak bermedia sosial. Mereka perlu tahu bahwa validasi sejati tidak datang dari jumlah likes, tetapi dari penerimaan diri yang sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....