Melihat Keteladanan Rasulullah Berempati kepada Sesama
- 31 Agt 2025 19:44 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Empati merupakan salah satu nilai mendasar dalam ajaran Islam. Hal ini disampaikan Sekretaris 3 Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, Thaiburrifqi Ananda Hafifuddin, Lc., MA, dalam dialog kajian islami di RRI Banda Aceh, Jumat (29/8/2025).
Thaiburrifqi menjelaskan, Rasulullah SAW adalah sosok teladan yang paling tinggi rasa empatinya. Salah satu contoh yang diriwayatkan adalah ketika Nabi menghormati jenazah seorang Yahudi yang dibawa melewati beliau. Saat para sahabat bertanya alasan beliau berdiri, Rasulullah menjawab, “Bukankah dia seorang manusia?”
“Ini menunjukkan bahwa empati Rasulullah melampaui batas agama. Walaupun beliau tahu orang tersebut bukan Muslim, beliau tetap menghormatinya sebagai manusia,” ujar Thaiburrifqi.
Ia menambahkan, dalam Islam terdapat sebuah konsep yang ditulis oleh ulama besar Habib Ali bin Abi Thalib al-Jufri dalam bukunya Al-Insaniyyah Qabla at-Tadayyun (kemanusiaan sebelum beragama). Konsep ini menekankan bahwa sebelum seseorang mendalami praktik agama, ia harus memahami nilai kemanusiaan terlebih dahulu.
“Jangan sampai kita ingin menegakkan ajaran agama, tetapi justru menyakiti orang lain. Misalnya dalam salat, Rasulullah memang melarang orang lewat di depan orang yang sedang salat. Tapi jika kita menghalangi dengan kasar hingga menyulitkan orang lain, di mana letak empatinya? Padahal lebih bijak mencari tempat salat yang aman dari lalu lalang orang,” terangnya.
Thaiburrifqi menegaskan, esensi empati dalam Islam bukan hanya kepada sesama Muslim, tetapi juga kepada seluruh manusia. Sikap ini, menurutnya, harus menjadi pondasi utama dalam membangun masyarakat yang damai dan saling menghormati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....