Merdeka dari Sampah, WCD Aceh Ajak Warga Peduli

  • 11 Agt 2025 00:36 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Memperingati semangat kemerdekaan tak hanya dengan upacara bendera atau perlombaan. Di Aceh, sejumlah komunitas justru menggaungkan tema "Merdeka dari Sampah" sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Mereka mengajak masyarakat untuk bersih-bersih, yang bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga menjadi bentuk ibadah.

Fenomena orang yang enggan bersih-bersih masih sering dijumpai, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Bahkan ada yang membiarkan sampah menumpuk hingga memenuhi kamar kos layaknya “gunung kecil”. “Kita pernah lihat ada yang seperti itu di media sosial. Bukan cuma sampah makanan, tapi juga barang-barang tak terpakai yang sengaja dibiarkan menumpuk,” ujar Nur Rafiqa, Staf Event Management World Cleanup Day (WCD) Aceh, dalam dialog interaktif Cek Cerita Kamu yang disiarkan di RRI Pro 2 Banda Aceh, Selasa, (5/8/2025).

Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan harus dimulai dari diri sendiri. “Sejak kecil, lingkungan kita sudah mengajarkan mandi dua kali sehari atau merapikan kamar. Kalau sudah terbiasa, hal itu akan terbawa sampai dewasa. Apalagi bagi anak kos, menjaga kebersihan kamar dan lingkungan itu penting, karena bukan cuma menyangkut estetika, tapi juga kesehatan,” jelas Rafiqa.

Ia menambahkan, sampah di kos-kosan perempuan pun bisa beragam, mulai dari sampah kemasan produk perawatan hingga sisa bahan masakan. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini berpotensi menimbulkan bau tak sedap dan menjadi sarang penyakit. “Kadang orang pikir, ah cuma sampah make-up, padahal kalau bercampur dengan sampah lain tetap saja berbahaya,” tambahnya.

Selama terlibat di WCD Aceh, Rafiqa mengaku banyak bertemu dengan berbagai tipe masyarakat. “Ada yang benar-benar tidak peduli sama sekali, ada yang berusaha peduli dan mau belajar, serta ada juga yang sudah menerapkan pemilahan sampah di kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Bagi Rafiqa, bergabung dengan komunitas peduli lingkungan memberikan banyak pengalaman berharga. “Yang pertama, kita ketemu orang-orang yang sefrekuensi. Yang kedua, saya jadi punya pengetahuan lebih mendalam tentang lingkungan, yang sebelumnya bukan perhatian khusus. Ternyata hal-hal yang kelihatannya sepele itu dampaknya besar sekali,” jelasnya.

Ia berharap, melalui kegiatan bersih-bersih seperti yang digelar WCD Aceh, kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dapat meningkat. “Kalau semua orang mulai dari diri sendiri, mulai dari rumah masing-masing, saya yakin lingkungan kita akan lebih sehat dan nyaman,” tegas Rafiqa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....