ASI Belum Lancar Setelah Melahirkan, Begini Penjelasannya
- 03 Agt 2025 19:52 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : Fenomena ASI yang belum keluar pada hari-hari pertama kelahiran kerap membuat orang tua, terutama ibu baru, merasa cemas. Padahal, hal tersebut merupakan kondisi yang sangat normal secara fisiologis.
"Bayi yang baru lahir memiliki ukuran lambung yang sangat kecil, dengan kapasitas sekitar lima hingga tujuh mililiter atau setara satu sendok teh. Karena itu, kebutuhan cairan di awal kelahiran pun sangat sedikit," ujar dr. Mutia Winanda, Sp. GK., dokter spesialis gizi klinis saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI, Sabtu (2/8/2025).
Dijelaskan dr. Mutia, itulah sebabnya saat hari pertama kelahiran, produksi ASI memang belum banyak. Yang keluar hanyalah beberapa tetes cairan yang sangat penting, yang dikenal sebagai kolostrum.
Kolostrum adalah cairan awal ASI yang mengandung zat kekebalan tinggi dan sangat dibutuhkan oleh bayi baru lahir. Meski hanya setetes dua tetes, kolostrum sudah mencukupi kebutuhan awal bayi.
Banyak ibu beranggapan bahwa ASI belum keluar sama sekali karena tidak terlihat mengalir deras seperti susu dalam botol. Padahal, ASI tetap ada meskipun jumlahnya sangat sedikit di awal.

dr. Mutia Winanda, Sp. GK., dokter spesialis gizi klinis saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI, Sabtu (2/8/2025).
Yang terpenting adalah ibu tetap menyusui bayinya sejak awal, agar tubuh mendapatkan sinyal untuk terus memproduksi ASI. Semakin sering bayi disusui, maka semakin kuat pula rangsangan produksi ASI.
Sebaliknya, jika bayi tidak disusui sejak awal, tubuh ibu bisa mengira tidak ada kebutuhan untuk produksi ASI. Hal inilah yang justru bisa menghambat produksi ASI ke depannya.
Penggunaan susu formula pada masa enam bulan pertama hanya dianjurkan jika ada indikasi medis. Sebisa mungkin, ibu tetap harus diupayakan untuk menyusui dengan dukungan lingkungan sekitar.
"Oleh karena itu, penting bagi keluarga, terutama suami, untuk memahami bahwa ASI tidak langsung keluar deras. Persepsi bahwa ASI harus seperti air keran sejak hari pertama adalah keliru," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....