Pola Asuh Awal Bentuk Kepercayaan Diri Anak

  • 11 Jul 2025 18:37 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Rasa percaya diri seorang anak tidak muncul begitu saja ketika ia beranjak remaja atau dewasa. Banyak faktor yang memengaruhi, terutama pola asuh dan bagaimana orang tua membangun rasa aman dan kepercayaan sejak anak masih bayi. Hal ini disampaikan Perawat Anak dan Remaja di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh Anita Sapitri, . Dalam dialog interaktif Obrolan Seru Santai Islami (OSSI) yang disiarkan Kamis, (3/7/2025), di RRI Pro 2 Banda Aceh.

Menurut Anita, kepercayaan diri anak berakar dari kepercayaan dasar yang terbentuk di tahun-tahun pertama kehidupannya. Ia menjelaskan, teori psikososial Erik Erikson menyebutkan bahwa pada usia 0 hingga 2 tahun, anak berada pada tahap membangun trust (kepercayaan) dan mistrust (ketidakpercayaan).

“Di usia ini, anak belum bisa memahami mana yang berbahaya dan mana yang aman. Mereka sepenuhnya bergantung pada orang tua sebagai sumber perlindungan dan kenyamanan,” kata Anita.

Anita menambahkan, ketika orang tua mampu memenuhi kebutuhan emosional anak, seperti memeluk, menenangkan, dan tersenyum saat anak menangis atau terbangun, maka rasa aman akan terbentuk. Hal inilah yang menjadi dasar anak merasa dunia di sekitarnya adalah tempat yang aman.

“Contoh kecilnya, ketika anak terbangun tengah malam, dia hanya menemukan orang tua yang penuh kasih. Orang tua berkata, ‘Tidak apa-apa, Bunda di sini.’ Hal sederhana ini membangun pondasi kepercayaan anak kepada lingkungannya,” jelasnya.

Sebaliknya, jika anak sering menemukan orang tua yang marah, membentak, atau menunjukkan rasa kecewa ketika anak rewel, maka secara perlahan anak akan merasa dunia bukanlah tempat yang aman. Ketidakpercayaan ini akan terbawa hingga masa kanak-kanak dan remaja.

“Jangan heran kalau kemudian saat remaja, anak terlihat minder, sulit bersosialisasi, atau merasa ragu dengan dirinya sendiri. Itu akarnya bisa jadi dari pola asuh yang terbentuk di usia 0 hingga 2 tahun,” ungkap Anita.

Oleh karena itu, Anita mengingatkan pentingnya orang tua memahami tahap perkembangan psikologis anak, terutama di usia emas. Ia juga berpesan agar orang tua tidak ragu mencari dukungan atau edukasi terkait pola asuh yang tepat.

“Orang tua adalah sosok pertama yang membentuk kepercayaan anak. Kalau pondasinya kuat, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mandiri,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....