Angsana, Pohon Multifungsi Penjaga Lingkungan dan Kesehatan

  • 30 Jun 2025 13:12 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh : Kayu angsana, atau yang dikenal juga sebagai sonokeling, mungkin belum sepopuler jati. Tapi siapa sangka, kayu ini justru punya nilai tinggi di mata industri dan lingkungan, ia tumbuh subur di kawasan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Keunggulan kayu angsana tak hanya pada tampilannya, warnanya cokelat kemerahan dengan serat elegan menjadikannya bahan utama untuk furnitur mewah dan ukiran tradisional. Selain untuk furniture, pemanfaatan tumbuhan ini bahkan digunakan untuk membuat alat musik.

Tak heran jika angsana disebut sebagai kayu bernilai estetika tinggi dan tangguh. Kayu ini terkenal kuat, tahan cuaca, dan awet digunakan baik untuk interior maupun eksterior.

Mengutip laman greeners.co, keistimewaan angsana tidak berhenti di situ, pohon ini juga berfungsi sebagai tanaman pelindung. Ia mampu menyerap logam berat berbahaya seperti timbal (Pb) yang merupakan zat karsinogenik yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Keberadaan pohon angsana mampu mengakumulasi zat tersebut dari udara. Tak heran jika angsana menjadi pilihan untuk penghijauan kota.

Pohon angsana sering dijumpai di pinggir jalan, daunnya rimbun, mampu meneduhkan sekaligus meredam kebisingan. Ia juga menyerap polusi dan memberikan kualitas udara yang lebih baik.

Di pedesaan, kulit dan getah angsana dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Dari sariawan, luka ringan, hingga diare, masyarakat memanfaatkan bagian pohonnya, ini membuktikan bahwa angsana bukan sekadar pohon kayu keras biasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....